Bentangkaltim.com, KUTAI TIMUR – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) memastikan percepatan penyediaan akses listrik bagi desa-desa yang hingga kini belum terlayani jaringan Perusahaan Listrik Negara (PLN).
Pemerintah menargetkan seluruh penyambungan dapat diselesaikan pada rentang Januari–Februari 2026, sesuai komitmen dan rencana kerja yang telah disampaikan PLN.
Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, menyampaikan bahwa pemerintah terus menjalin koordinasi intensif dengan pihak PLN untuk memastikan seluruh kebutuhan teknis, mulai dari jaringan distribusi hingga instalasi pendukung, dapat diselesaikan tepat waktu.
“PLN telah menyampaikan target penyelesaian pada Januari atau Februari. Kami pastikan monitoring terus dilakukan agar tidak ada kendala yang berlarut,” ujarnya, Senin (24/11/2025).
Ardiansyah juga meluruskan informasi terkait jumlah desa yang belum menikmati pelayanan listrik PLN.
Menurutnya, total desa tersebut bukan 13, tetapi 15 desa yang tersebar di sejumlah kecamatan. Ia menegaskan pentingnya data yang akurat agar percepatan pembangunan dapat dilakukan lebih terarah.
“Yang benar ada 15 desa, bukan 13. Ini harus kita sampaikan agar penanganannya tepat,” tegasnya.
Pemerintah menilai penyediaan listrik merupakan layanan dasar yang menentukan kualitas hidup masyarakat.
Dengan tersedianya listrik, aktivitas ekonomi, pendidikan, kesehatan, hingga komunikasi masyarakat dapat meningkat secara signifikan.
Sejumlah desa yang masuk dalam percepatan berada di wilayah dengan tantangan geografis cukup berat, seperti wilayah pesisir, perbukitan, serta desa yang akses jalannya masih terbatas.
Meski demikian, Pemkab Kutim menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak akan menghambat target penyelesaian.
Pemerintah berkomitmen memberikan dukungan penuh kepada PLN agar pekerjaan lapangan dapat berjalan efektif.
Koordinasi lintas perangkat daerah juga diperkuat untuk memperlancar seluruh kebutuhan administratif dan teknis.
Pemerintah kecamatan dan desa diminta aktif berkoordinasi agar pemetaan lokasi, kesiapan masyarakat, serta penanganan kendala dapat dilakukan lebih cepat.
Pemerintah berharap seluruh pekerjaan dapat diselesaikan sesuai jadwal sehingga tidak ada desa yang tertinggal dalam akses energi.
Dengan target penyelesaian awal tahun, Pemkab Kutim optimistis pemerataan listrik dapat tercapai dalam waktu dekat.(ADV)









