Home / Advertorial / Bontang

Sabtu, 26 September 2026 - 09:02 WIB

RAPBD Bontang 2027 Tertekan, Fraksi ADB Soroti Kondisi Fiskal dan Ketergantungan Transfer

DPRD Bontang menggelar rapat paripurna tentang pandangan umum fraksi atas Raperda APBD 2027. (Bentangkaltim.com/asr)

DPRD Bontang menggelar rapat paripurna tentang pandangan umum fraksi atas Raperda APBD 2027. (Bentangkaltim.com/asr)

Bentangkaltim.com, Bontang – Kondisi fiskal Kota Bontang menjadi perhatian Fraksi Amanat Demokrat Bergelora (ADB) DPRD Bontang dalam pembahasan Rancangan APBD 2027. Ruang fiskal yang semakin terbatas dinilai membutuhkan kebijakan anggaran yang lebih hati-hati, realistis, dan berkelanjutan.

Wakil Ketua Fraksi ADB DPRD Bontang, Sumardi, mengatakan RAPBD 2027 perlu disusun dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah. Berdasarkan nota keuangan, pendapatan daerah direncanakan sekitar Rp1,953 triliun, sedangkan belanja mencapai Rp2,003 triliun.

Selisih sekitar Rp50 miliar tersebut ditutup melalui penerimaan pembiayaan dari sisa lebih perhitungan anggaran (SiLPA).

“RAPBD 2027 perlu disusun dengan mempertimbangkan kondisi fiskal Kota Bontang yang semakin terbatas. Diperlukan kebijakan anggaran yang lebih hati-hati, realistis, dan berkelanjutan agar tidak menimbulkan beban fiskal pada tahun-tahun berikutnya,” kata Sumardi dalam pandangan umum Fraksi ADB terhadap RAPBD 2027, Senin (21/9).

Baca juga  Grand Launching Persikutim United, Bupati Ardiansyah: Saatnya Kutim Punya Tim yang Membanggakan

Menurutnya, keterbatasan ruang fiskal tidak semestinya hanya dijawab dengan mengurangi belanja. Pemerintah Kota Bontang perlu meningkatkan kualitas, efektivitas, serta ketepatan sasaran anggaran.

Fraksi ADB mendorong agar belanja daerah ditetapkan berdasarkan urgensi, manfaat, kesiapan pelaksanaan, kemampuan pendanaan, dan dampaknya bagi masyarakat.

Selain struktur belanja, Sumardi juga menyoroti kemandirian fiskal Bontang. Dalam RAPBD 2027, Pendapatan Asli Daerah (PAD) direncanakan sekitar Rp390,13 miliar atau 19,97 persen dari total pendapatan. Sementara pendapatan transfer mencapai sekitar Rp1,534 triliun atau 78,55 persen.

“Struktur ini menunjukkan bahwa kapasitas fiskal Kota Bontang masih cukup bergantung pada dana transfer. Karena itu, perlu diantisipasi melalui penguatan sumber pendapatan daerah yang lebih mandiri dan berkelanjutan,” ujarnya.

Baca juga  Joni Alla' Padang Pasang Rem, RTRW Bontang Tak Akan Dibahas Jika Data Masih Bermasalah

Fraksi ADB mendorong Pemkot Bontang memperkuat PAD melalui pemutakhiran basis data pajak dan retribusi, digitalisasi pemungutan, optimalisasi aset daerah, peningkatan kinerja BUMD, serta pengembangan sumber ekonomi baru.

Di sisi lain, Fraksi ADB juga memberi perhatian terhadap kurang bayar Dana Bagi Hasil sekitar Rp402,58 miliar yang diperhitungkan dalam postur RAPBD 2027.

Sumardi meminta pemerintah memberikan penjelasan komprehensif mengenai sumber kurang bayar, tahun anggaran yang terkait, kepastian penerimaan, mekanisme penyaluran, hingga dampaknya terhadap kemampuan keuangan daerah.

“Setiap rencana belanja harus didasarkan pada sumber pendanaan yang memiliki kepastian,” tegasnya.

Menurutnya, langkah tersebut penting agar APBD 2027 tetap sehat, transparan, akuntabel, dan tidak menimbulkan risiko terhadap kesinambungan keuangan daerah.(ASR/ADV DPRD BONTANG)

Share :

Baca Juga

Advertorial

Fraksi ADB Minta Penyertaan Modal BUMD Bontang Beri Manfaat Terukur dan Dividen Jelas

Advertorial

Fraksi ADB Minta APBD Bontang 2027 Perkuat Kebijakan Kesehatan Mental dan Cegah Bunuh Diri

Advertorial

Fraksi PKB Soroti Kurang Bayar DBH Rp402,58 Miliar di APBD Bontang 2027

Advertorial

APBD Bontang 2027 Tertekan, Fraksi PKB Minta Belanja Berpihak ke Masyarakat

Advertorial

Winardi Soroti Anggaran Infrastruktur dan Pengendalian Banjir Bontang

Advertorial

Fraksi PDIP Soroti Rp402 Miliar Kurang Bayar DBH dalam RAPBD Bontang 2027

Advertorial

PAD Bontang 2027 Masih Bergantung Transfer, Fraksi PDIP Minta Strategi Lebih Terukur

Advertorial

Fiskal Bontang Terbatas, Gerindra Dorong Pemkot Maksimalkan Dana di Luar APBD