Bentangkaltim.com, KUTAI TIMUR – Plt. Camat Sangatta Selatan, Rusmiati SE, terus berupaya memperjuangkan percepatan izin pembangunan jaringan listrik di wilayah yang masuk kawasan Taman Nasional Kutai (TNK).
Program ini menjadi salah satu prioritas utama pemerintah kecamatan mengingat masih banyak warga di Dusun Airport dan Teluk Lombok yang belum menikmati layanan listrik secara memadai.
“Kami sudah berkoordinasi dengan PLN Bontang dan PLN Provinsi Kaltim. Semua sudah siap, tinggal menunggu izin dari pusat agar proyek bisa dilaksanakan,” ujarnya, Senin (10/11/2025).
Menurut Rusmiati, hambatan utama yang dihadapi adalah proses perizinan lintas kementerian yang memerlukan waktu cukup lama. Jalur tiang dan kabel listrik PLN melewati kawasan konservasi, sehingga perlu ada izin khusus dari Kementerian Kehutanan.
Pemerintah kecamatan, lanjut Rusmiati, juga telah melakukan komunikasi dengan Balai Taman Nasional Kutai untuk menyiapkan adendum MOU sebagai dasar hukum pemasangan jaringan listrik. Upaya ini dilakukan agar tidak melanggar aturan konservasi, namun tetap memenuhi kebutuhan dasar warga.
Ia menambahkan bahwa kebutuhan listrik di dua dusun tersebut sangat mendesak. Selain untuk penerangan rumah warga, listrik juga diperlukan untuk menunjang kegiatan ekonomi dan sosial.
Banyak pelaku UMKM di wilayah itu kesulitan berproduksi karena belum tersentuh jaringan listrik.
“Listrik ini bukan hanya soal terang di malam hari, tapi juga soal kehidupan ekonomi masyarakat,” tegasnya.
Rusmiati berharap pemerintah pusat dapat segera memberikan keputusan agar pembangunan bisa dimulai. Ia juga meminta dukungan masyarakat dan pihak swasta agar ikut mendorong percepatan proses ini.
Menurutnya, pemerataan pembangunan di Sangatta Selatan akan terwujud jika seluruh sektor bergerak bersama.
“Kami hanya ingin warga kami merasakan keadilan pembangunan sebagaimana wilayah lain,” pungkasnya.(ADV)









