Bentangkaltim, BONTANG – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang selama ini menjadi harapan ribuan pelajar di Kota Bontang mendadak terhenti. Sebanyak sembilan dapur penyedia makanan dalam program tersebut resmi dihentikan operasionalnya, menyusul temuan bahwa sistem pengolahan limbah (IPAL) belum memenuhi standar yang ditetapkan.
Keputusan ini sontak menimbulkan dampak besar. Tak kurang dari 13 ribu pelajar yang sebelumnya menerima manfaat program kini harus kehilangan akses terhadap makanan bergizi yang selama ini membantu menunjang aktivitas belajar mereka di sekolah.
Di berbagai sekolah, penghentian program ini mulai terasa. Sejumlah siswa yang biasanya menerima makanan gratis kini harus kembali membawa bekal dari rumah atau membeli makanan sendiri. Kondisi ini memunculkan kekhawatiran, terutama bagi siswa dari keluarga kurang mampu yang sangat bergantung pada program tersebut.
Pihak terkait menyebutkan bahwa langkah penghentian ini diambil demi memastikan aspek kesehatan dan lingkungan tetap terjaga. IPAL yang tidak sesuai standar dikhawatirkan dapat menimbulkan dampak negatif, baik bagi lingkungan sekitar maupun kualitas makanan yang disajikan.
Meski demikian, keputusan ini menuai beragam reaksi dari masyarakat. Banyak orang tua dan pihak sekolah berharap pemerintah dapat segera mencari solusi cepat agar program MBG bisa kembali berjalan. Mereka menilai, manfaat program ini sangat besar dalam mendukung tumbuh kembang dan konsentrasi belajar anak-anak.
“Program ini sangat membantu. Anak-anak jadi lebih fokus belajar karena kebutuhan makan mereka terpenuhi,” ungkap salah satu orang tua siswa.
Kini, harapan tertuju pada langkah cepat pemerintah untuk melakukan perbaikan dan memastikan seluruh dapur memenuhi standar yang dipersyaratkan. Dengan demikian, program yang dinilai strategis ini dapat kembali dinikmati oleh ribuan pelajar di Bontang tanpa mengabaikan aspek kesehatan dan lingkungan. (bai)










