Home / Kaltim

Sabtu, 26 Juli 2025 - 06:27 WIB

Ayah Diduga Tega Cekik Dua Balitanya Hingga Tewas

Bentangkaltim, Samarinda – Sebuah duka mendalam menyelimuti Jalan Rimbawan Satu, Karang Anyar, Kecamatan Sungai Kunjang pada Jumat sore, 25 Juli 2025. Dua balita laki-laki yang masih sangat kecil, berinisial R (3) dan K (4), ditemukan tewas mengenaskan. Dugaan kuat menyebut bahwa ayah kandung mereka, seorang pria berinisial W, menjadi pelaku di balik tragedi pilu ini.

Kejadian memilukan ini pertama kali terungkap dari laporan yang diterima Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat (FKPM) wilayah Sungai Kunjang. Ketua FKPM, Suprayidno, mengonfirmasi bahwa kedua balita itu diduga dicekik oleh ayahnya sendiri. Sayangnya, proses pertolongan terhambat karena lokasi kejadian yang relatif sepi dan sulit dijangkau.

“Betul, informasinya memang seperti itu. Laporan dari masyarakat agak terlambat karena tempatnya cukup terpencil,” ungkap Suprayidno kepada detikcom.

Baca juga  Sakit, Awang Faroek tak Penuhi Panggilan KPK

Lebih memilukan lagi, nenek dari kedua korban yang berusaha memberikan pertolongan pun tak luput dari kekerasan. Menurut Suprayidno, nenek yang sudah renta itu sempat ditindih dan dicekik oleh pelaku saat mencoba menyelamatkan cucunya.

Warga saat mengevakuasi dua balita di Samarinda yang diduga dibunuh ayah kandung. Foto: Istimewa

“Saksi utama adalah neneknya yang berusaha menolong, tapi akhirnya dia juga menjadi korban kekerasan. Kondisinya sekarang sangat lemah,” tambah Suprayidno.

Nenek malang tersebut kini tengah menjalani perawatan intensif di rumah sakit, setelah berhasil meloloskan diri dan mencari perlindungan di rumah tetangga. Kondisinya masih belum memungkinkan untuk dimintai keterangan karena trauma mendalam dan luka-luka yang diderita.

Hingga kini, motif di balik tindakan keji ayah kandung itu masih menjadi misteri. Pelaku sendiri telah diamankan dan dibawa ke Polsek Sungai Kunjang untuk menjalani proses penyelidikan lebih lanjut. Sementara itu, ibu dari kedua anak malang tersebut baru mengetahui kejadian tragis ini karena saat insiden terjadi, ia tengah bekerja dan hanya tinggal berempat bersama pelaku dan kedua anaknya.

Baca juga  Pemkab Kutim Matangkan Konsep Smart City, Dorong Akselerasi Transformasi Digital

Kasat Reskrim Polresta Samarinda, Kompol Dicky Anggi, mengungkapkan bahwa polisi masih mengumpulkan fakta dan bukti terkait kasus ini. “Pemeriksaan masih berlangsung, nanti akan kami update begitu ada perkembangan,” ujarnya singkat.

Tragedi memilukan ini menjadi pengingat pahit akan pentingnya kewaspadaan dan perhatian terhadap keselamatan anak-anak, serta perlunya dukungan bagi keluarga yang sedang terlilit masalah. Samarinda dan sekitarnya kini berduka, mendoakan agar kebenaran segera terungkap dan keadilan ditegakkan. (bai)

Share :

Baca Juga

Advertorial

DPRD Samarinda Dorong Pemanfaatan Sampah jadi Energi Listrik

Advertorial

Helmi Pastikan DPRD Samarinda Bantu Kegiatan GMKI Tapi Sesuaikan Kemampuan Anggaran

Advertorial

Ketua DPRD Samarinda Dinilai Berpeluang Maju Pilkada 2029

Advertorial

Daya Beli Turun, DPRD Samarinda Dorong Pelaku Usaha Sesuaikan Stok dan Manfaatkan Program MBG

Advertorial

DPRD Samarinda Ingatkan Perusahaan Soal PHK, Tegaskan Harus Sesuai Aturan Disnaker

Advertorial

Ancaman Penghapusan Honorer, Sri Puji: Samarinda Masih Kekurangan Guru Bahasa Inggris

Advertorial

Anggota DPRD Samarinda Luncurkan Aplikasi Sani Mendengar, Warga Bisa Lapor Aspirasi 24 Jam

Advertorial

DPRD Samarinda Soroti PHK Sektor Tambang Kian Marak Terjadi