Home / Advertorial / Bontang

Selasa, 29 Juli 2025 - 16:23 WIB

Sinergi Industri Nasional, Pupuk Kaltim Berbagi Pengalaman Operasi Pabrik Amonia ke PT Kilang Pertamina Internasional

Bentangkaltim, Bontang – Penerapan teknologi tinggi melalui perangkat berlisensi global, merupakan salah satu upaya PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) meningkatkan keandalan dan optimalisasi operasional secara berkelanjutan. Hal ini pun mendasari PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), mempelajari praktik terbaik sektor industri kimia terkait teknologi produksi amonia dari licensor KBR dan Haldor Topsoe yang diimplementasikan Perusahaan.

SVP Pengembangan dan Portofolio Bisnis Pupuk Kaltim, Propan Weber Suhardiyatno, mengungkapkan benchmark KPI ke Pupuk Kaltim merupakan bentuk sinergi positif antar usaha, guna mendorong penguatan daya saing industri nasional secara kolektif. Sejatinya Pupuk Kaltim sangat terbuka terhadap seluruh pihak, khususnya industri dalam negeri untuk saling berbagi pengetahuan dan teknologi yang digunakan, sebagai bentuk kontribusi bersama terhadap penguatan pembangunan ekonomi nasional.

“Kami sangat menyambut baik inisiatif ini, agar terjadi pertukaran informasi terkait teknologi dalam memperkuat daya saing industri dalam negeri,” ucap Propan, Senin (21/7/2025).

Dijelaskan Propan, teknologi produksi amonia merupakan salah satu bidang yang memerlukan pengelolaan dengan pendekatan menyeluruh. Mulai dari desain proses, pemilihan licensor, efisiensi energi hingga keselamatan dan keandalan operasional. Seperti halnya KBR dan Haldor Topsoe, yang masing-masing memiliki karakteristik proses dan sistem pendukung tersendiri.

Baca juga  Kontingen Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) XVII Bontang Resmi Dilepas

Benchmark KPI pun tidak hanya terkait teknologi proses inti (ISBL), tetapi juga mencakup aspek di luar batas proses (OSBL) seperti sistem utilitas pendukung, integrasi dengan unit pengolahan gas alam, sistem pendinginan, pengelolaan emisi dan limbah, hingga pendekatan digitalisasi dalam pemantauan performa unit secara realtime.

“Dengan pengalaman panjang dalam implementasi teknologi KBR dan Haldor Topsoe, Pupuk Kaltim terus berinovasi menghasilkan proses yang lebih efisien, aman dan ramah lingkungan. Termasuk menempatkan keberlanjutan sebagai pilar utama di tiap pengambilan keputusan operasional perusahaan,” tambah Propan.

Selain teknologi yang andal, Pupuk Kaltim turut menekankan pentingnya budaya keselamatan dan keberlanjutan sebagai fondasi utama kelangsungan operasional. Untuk itu, sumberdaya manusia yang kompeten turut jadi bagian tak terpisahkan dalam setiap proses yang dijalankan Pupuk Kaltim, utamanya penguatan kapasitas karyawan dalam penguasaan teknologi dan perangkat pabrik.

“Semua itu bagian dari budaya kerja Pupuk Kaltim secara konsisten, dengan membentuk sumberdaya manusia yang sadar akan tanggung jawab terhadap lingkungan, proses dan rekan kerja,” ungkap Propan.

Dirinya pun berharap benchmark ini menjadi langkah awal terhadap kolaborasi berikutnya yang lebih strategis, bukan hanya di bidang teknologi, tetapi juga peluang lain yang relevan dalam pertumbuhan industri. Utamanya penguatan industri hilir migas dan petrokimia, yang pada akhirnya mendukung visi kemandirian industri nasional.

Baca juga  DPRD Samarinda Desak Pemerintah Perhatikan Nasib Guru Honor Swasta di Hardiknas 2026

“Oleh karena itu, pertukaran pengalaman menjadi upaya membangun industri nasional yang lebih tangguh dan adaptif terhadap tantangan global. Termasuk efisiensi energi, dekarbonisasi dan transisi teknologi rendah emisi,” kata Propan.

Manager Technology Selection KPI Muhammad Septiadi, mengatakan masukan teknis dan operasional penerapan teknologi produksi Amonia Pupuk Kaltim dari licensor KBR dan Haldor Topsoe, merupakan salah satu langkah penting bagi pihaknya dalam pengambilan keputusan terkait pemilihan teknologi, integrasi fasilitas, serta perencanaan sistem operasi dan perawatan dalam jangka panjang.

Selain juga menyerap pendekatan manajerial dan budaya operational excellence yang telah dibangun Pupuk Kaltim, sehingga dapat menjadi referensi dalam memperkuat penguasaan teknologi industri. Hal ini pun upaya KPI mendukung pengembangan sektor energi dan petrokimia nasional, sekaligus mendorong akselerasi transformasi teknologi di sektor hilir migas.

“Kami ucapkan apresiasi atas keterbukaan Pupuk Kaltim berbagi pengalaman, termasuk praktik terbaik pengelolaan teknologi dan operasi pabrik amonia sebagai rujukan bagi kami,” tutur Muhammad Septiadi.(ril/adv)

Share :

Baca Juga

Advertorial

DPRD Bontang Ingatkan Pos Damkar Bontang Kuala Tidak Berakhir Jadi Aset Terbengkalai

Advertorial

DPRD Bontang Minta ASN Taat Aturan Absensi dan Hindari Manipulasi Lokasi

Bontang

Ribuan Balita Ditimbang Serentak, Ini Langkah Besar Bontang Lawan Stunting

Advertorial

DPRD Bontang Minta Dasar Hukum Penggunaan Aset Pemkot untuk Koperasi Merah Putih Diperjelas dalam Raperda BMD

Bontang

30 WBP Diberikan Rehabilitasi Massal Terapi SEFT

Advertorial

DPRD Samarinda Dorong Pemanfaatan Sampah jadi Energi Listrik

Advertorial

DPRD Bontang Soroti Ketersediaan Material Pembangunan, Isu Galian C Jadi Perhatian dalam Pembahasan RTRW

Advertorial

Dukung Kesetaraan Bagi Disabilitas, Pupuk Kaltim Dorong Penguatan Pendidikan Inklusi di Kota Bontang