Bentangkaltim.com, KUTAI TIMUR – Bupati Kutai Timur (Kutim), Ardiansyah Sulaiman, menegaskan bahwa sejak awal pemekaran daerah, Kutim telah menunjukkan komitmen kuat dalam memenuhi kewajiban alokasi anggaran pendidikan minimal 20 persen sesuai amanat Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Tahun 2003.
Komitmen tersebut bukan kebijakan spontan, tetapi merupakan prinsip pembangunan yang telah dibangun sejak lama.
Ardiansyah menjelaskan bahwa pemerintah daerah mulai memprioritaskan anggaran pendidikan bahkan sebelum regulasi nasional diberlakukan secara ketat.
“Sejak awal kita berkomitmen pada porsi 20 persen. Ini bukan beban, tetapi bagian dari strategi membangun daerah,” ujar Ardiansyah, Sabtu (22/11/2025).
Kesadaran akan pentingnya pendidikan bagi masa depan daerah membuat Kutim terus menjaga porsi anggaran tersebut.
Ia menilai konsistensi tersebut telah menjadi pondasi penting bagi percepatan pembangunan sektor pendidikan, mulai dari perluasan akses sekolah hingga peningkatan kualitas guru.
Berbagai program strategis telah dilaksanakan sebagai bagian dari investasi jangka panjang.
Bupati juga menyebutkan bahwa alokasi anggaran 20 persen tidak hanya diarahkan pada pembangunan fisik, tetapi juga pada pemberdayaan masyarakat melalui beasiswa dan dukungan untuk pendidikan tinggi.
Meski tantangan fiskal terus berubah dari tahun ke tahun, ia menegaskan bahwa Kutim tidak pernah menurunkan komitmen tersebut.
Stabilitas anggaran pendidikan menjadi ukuran nyata keberpihakan pemerintah terhadap masyarakat.
Pemerintah daerah disebut terus mengevaluasi program pendidikan agar anggaran yang dialokasikan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Pendidikan adalah investasi terbesar yang kita tanamkan untuk generasi mendatang,” tegasnya.
Ardiansyah berharap komitmen ini dapat terus dipertahankan demi memperluas kesempatan pendidikan di seluruh kecamatan.(ADV)










