Bentangkaltim.com, KUTAI TIMUR – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) memastikan bahwa sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) tetap menjadi prioritas utama dalam pembangunan ekonomi daerah.
Meski pemerintah melakukan penyesuaian pada beberapa pos belanja, Program 50 Unggulan Bupati untuk UMKM dipastikan tidak terdampak pemangkasan anggaran.
Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, menegaskan bahwa program unggulan tersebut tetap berjalan sebagaimana rencana pemerintah daerah dan memastikan bahwa seluruh bentuk dukungan untuk UMKM masih diberikan secara penuh.
“Program 50 unggulan untuk UMKM tidak terdampak pemangkasan,” ujarnya, Senin (24/11/2025).
Ardiansyah menambahkan bahwa pendampingan dan pembinaan UMKM melalui organisasi perangkat daerah (OPD) teknis akan tetap dilaksanakan secara konsisten.
Pemerintah menilai bahwa UMKM memiliki peran penting sebagai motor penggerak ekonomi lokal, terutama dalam menggerakkan perputaran ekonomi masyarakat di tingkat desa dan kecamatan.
“Bantuan tetap diberikan kepada pelaku usaha, termasuk pelatihan dan pembinaan,” katanya.
Pemkab Kutim juga menekankan pentingnya pelatihan berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas produk dan daya saing UMKM.
Pelatihan ini mencakup peningkatan kualitas produksi, pengemasan, hingga literasi keuangan bagi pelaku usaha.
Selain peningkatan kapasitas, pemerintah terus memperluas dukungan terhadap akses pasar.
Koordinasi antar dinas juga diperkuat guna memastikan program UMKM berjalan efektif dan tepat sasaran.
Pemerintah ingin memastikan setiap pelaku usaha mendapatkan manfaat dari program yang telah disiapkan.
Dengan penegasan bahwa UMKM tetap menjadi sektor prioritas, Pemkab Kutim berharap pelaku UMKM mampu terus berkembang dan memberikan manfaat ekonomi yang signifikan bagi masyarakat.(ADV)










