Home / Advertorial / Kaltim

Rabu, 26 November 2025 - 13:40 WIB

Dinkes Kutim Fokus Turunkan Stunting Lewat Edukasi Gizi dan Pendampingan Keluarga Sejak Dini

Bentangkaltim.com, KUTAI TIMUR – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus meningkatkan upaya penurunan stunting melalui pendekatan komprehensif berbasis keluarga.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutim menegaskan bahwa percepatan penanganan stunting tidak hanya bergantung pada layanan medis, tetapi juga pada edukasi gizi dan pendampingan pola asuh sejak dini.

Plt Kepala Dinkes Kutim, Sumarno, memaparkan bahwa penguatan pemahaman gizi dalam keluarga menjadi kunci yang sangat menentukan.

“Stunting dapat dicegah jika keluarga memahami apa yang dibutuhkan anak dalam masa tumbuh kembang. Pendampingan kesehatan dilakukan sejak remaja, ibu hamil, ibu melahirkan, hingga anak usia balita,” jelasnya, Rabu (27/11/2025).

Baca juga  DPRD Samarinda Soroti Kenaikan Pajak PBB Tahun 2025, Pemkot Minim Lakukan Sosialisasi

Remaja putri mendapatkan tablet tambah darah untuk mengantisipasi anemia, sementara ibu hamil diberikan pemantauan intensif termasuk edukasi konsumsi makanan bergizi.

Setelah melahirkan, keluarga dibimbing untuk memastikan bayi mendapat nutrisi yang tepat melalui ASI dan MPASI, lalu balita dipantau pertumbuhannya secara berkala.

Sumarno menambahkan bahwa pendekatan kesehatan harus dilakukan secara simultan dengan perubahan pola pikir masyarakat.

“Tidak hanya dari tenaga kesehatan, keberhasilan program stunting juga ditentukan dari pola makan, kebiasaan hidup bersih, dan kesadaran keluarga terhadap pentingnya gizi,” ujarnya.

Baca juga  Raperda Penyertaan Modal BME Ditarget Rampung Awal Agustus, DPRD Bontang Fokus Tertibkan Aset Daerah

Program ini sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia mengenai peningkatan kualitas kesehatan masyarakat dan pembangunan SDM.

Dinkes Kutim berkomitmen memperluas pelayanan dan edukasi melalui Puskesmas, posyandu, sekolah, dan kolaborasi lintas sektor agar peningkatan kualitas tumbuh kembang anak berjalan lebih cepat dan merata.

Dengan pendekatan yang bersifat kolaboratif dan pembinaan berbasis keluarga, Pemerintah Kutim berharap angka stunting dapat ditekan secara signifikan, sehingga generasi Kutim di masa depan tumbuh sehat dan mampu bersaing di tingkat daerah maupun nasional.(ADV)

Share :

Baca Juga

Advertorial

Dukung Program TAMASYA, Pupuk Kaltim Perkuat Kompetensi Pengasuh TPA di Kota Bontang

Advertorial

Relawan Bakti BUMN, Pupuk Kaltim Dorong Pemberdayaan Masyarakat Nagari Kumango

Advertorial

Dukung Penanganan Karhutla di Bontang, Pupuk Kaltim Buka Akses Air bagi Armada Pemadam

Advertorial

DPRD Bontang Tegaskan Insentif Guru Tak Bisa Dipotong Sepihak, Menunggu Kondisi APBD

Advertorial

Sahib Minta Bus Perusahaan Tak Masuk Kota, Dorong Titik Antar-Jemput Karyawan di Terminal

Advertorial

Raperda Lalu Lintas Bontang Masuk Konsultasi Publik, DPRD Bidik Solusi Kemacetan

Advertorial

DPRD Bontang Soroti Speed Bump Terlalu Banyak, Dishub Bakal Dimintai Penjelasan

Advertorial

Jalan Provinsi di Bontang Masih Rusak, Sahib Dorong Perbaikan hingga Perbatasan