Home / Advertorial / Kaltim

Jumat, 28 November 2025 - 13:23 WIB

MYC di Kutim Tak Sembarangan, PUPR Pastikan Hanya Proyek Prioritas

Bentangkaltim.com, KUTAI TIMUR – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menegaskan bahwa penerapan sistem Multiyears Contract (MYC) tidak dilakukan sembarangan. Hanya proyek-proyek prioritas dengan dampak besar yang akan masuk ke dalam daftar pembangunan jangka panjang tersebut.

Plt Kepala Dinas PUPR Kutim, Joni Abdi Setia, menuturkan bahwa MYC merupakan skema yang membutuhkan komitmen anggaran signifikan sehingga hanya proyek prioritas yang dapat diakomodasi.

“MYC itu komitmen multi-tahun, jadi tidak bisa digunakan untuk proyek kecil atau yang tidak mendesak,” tegasnya.

Proyek yang berpotensi masuk MYC harus memenuhi syarat tertentu, seperti urgensi kebutuhan, kompleksitas pekerjaan, serta kemampuan proyek dalam meningkatkan akses masyarakat.

Baca juga  Pelindo Regional 4 Bontang melaksanakan Upacara Hari Kebangkitan Nasional ke - 116

Pemerintah ingin memastikan bahwa setiap anggaran yang dialokasikan memiliki nilai manfaat tinggi.

PUPR Kutim melakukan evaluasi intensif terhadap setiap usulan proyek, termasuk melakukan peninjauan lapangan dan analisis teknis. Hasil evaluasi kemudian disinkronkan dengan arah kebijakan pembangunan yang ditetapkan Bupati Kutim.

Selain aspek teknis, pemerintah juga mempertimbangkan seberapa besar proyek tersebut memengaruhi kualitas hidup masyarakat.

Infrastruktur yang mampu meningkatkan konektivitas dan pelayanan dasar masyarakat dipastikan menjadi prioritas dalam skema MYC.

Joni menyampaikan bahwa koordinasi lintas OPD merupakan bagian penting dalam penentuan proyek MYC.

Baca juga  Kisah Heroik Rafi, Santri Ponpes Al Khoziny yang Rela Menyelamatkan Teman Sebelum Tutup Usia

“Semua diputuskan bersama, tidak ada keputusan sepihak. Kami pastikan prosesnya tertib dan sesuai regulasi,” ujarnya.

Pemerintah juga memastikan bahwa proyek MYC harus memiliki desain perencanaan matang agar tidak menimbulkan masalah di tengah pelaksanaan. Dalam hal ini, PUPR bersama OPD terkait melakukan pemetaan detail termasuk aspek pembiayaan jangka panjang.

Dengan seleksi yang ketat, Pemkab Kutim berharap MYC dapat mempercepat pembangunan infrastruktur besar yang sulit diselesaikan dalam satu tahun anggaran.

Pemerintah memastikan skema ini akan terus diarahkan untuk proyek yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.(ADV)

Share :

Baca Juga

Advertorial

Banyak Kasus Bunuh Diri Lompat dari Jembatan, DPRD Samarinda Bangun Pagar Upaya Pencegahan

Advertorial

Komisi II DPRD Samarinda Kritisi Pembangunan Pasar Pagi Gedung Mewah Tapi Sepi Pembeli

Advertorial

DPRD Samarinda Ingin Tambahkan Anggaran Dinsos hingga Minta Data DTKS Diperbaharui

Advertorial

Ketua DPRD Samarinda Dorong Event Job Fair Terus Digerlar, Upaya Jembatani Perusahaan dan Pebcari Kerja hingga Tekan Angka Pengangguran

Advertorial

DPRD Samarinda Minta Satpol PP dan Dinsos Kolaborasi Tindak Gepeng dan Anjal yang Kerap Nongkrong di Lampu Merah Perkotaan

Advertorial

Ketua Komisi IV DPRD Samarinda Minta Nakes Bermasalah di RSUD AI Moeis Dievaluasi

Advertorial

Ketua DPRD Samarinda Apresiasi Perumda Tirta Kencana Hasilkan Produk AMKD Samaqua, Dinilai Peluang Ekonomi Baru di Kota Tepian

Advertorial

Komisi IV DPRD Samarinda Minta Mata Rantai Anjal Gepe Diputus, Bukan Sekadar Dibina