Home / Advertorial / Bontang

Selasa, 16 Juni 2026 - 13:01 WIB

DPRD Bontang Minta Iklim Investasi Lebih Ramah, Investor Harus Diberi Kepastian

Bentangkaltim.com, Bontang – Upaya menarik investasi tidak cukup hanya mengandalkan keberadaan kawasan industri dan regulasi pendukung. Pemerintah daerah juga perlu menciptakan iklim usaha yang memberikan kepastian serta kenyamanan bagi investor.

Hal tersebut menjadi perhatian Wakil Ketua Komisi B DPRD Bontang Winardi dalam pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) investasi. Menurutnya, daerah harus mampu menunjukkan keseriusan dalam menyambut penanam modal.

“Yang dibutuhkan bukan hanya aturan, tetapi strategi menarik investor,” ujarnya, Senin (15/6/2026).

Menurut Winardi, berbagai kawasan yang telah direncanakan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi harus benar-benar diisi dengan aktivitas investasi yang nyata. Penyusunan tata ruang dan kebijakan investasi harus berjalan seiring agar menghasilkan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

“Kawasan industri harus diisi dengan aktivitas ekonomi yang nyata,” tegasnya.

Baca juga  Cek Agenda Wali Kota Kini Lebih Mudah, SINTA Resmi Diluncurkan

Ia menjelaskan, selama ini pemerintah telah menyiapkan sejumlah kawasan untuk mendukung pengembangan industri. Namun tanpa promosi yang kuat dan dukungan kebijakan yang tepat, kawasan tersebut sulit berkembang sesuai harapan.

Karena itu, Winardi mendorong pemerintah daerah menyusun peta potensi investasi yang lebih detail. Mulai dari sektor kelautan, industri pengolahan, hingga berbagai peluang usaha yang dapat dikembangkan di masa depan.

“Potensi daerah harus dipetakan, jangan menunggu investor datang sendiri,” katanya.

Menurut dia, investor akan lebih mudah mengambil keputusan apabila memperoleh informasi yang jelas mengenai potensi daerah, ketersediaan bahan baku, dukungan infrastruktur, serta kepastian regulasi.

Di sisi lain, pemerintah juga dapat mempertimbangkan berbagai bentuk insentif yang diperbolehkan aturan guna meningkatkan daya saing daerah dibandingkan wilayah lain.

Baca juga  SDN 012 Bonsel Laksanakan MPLS Tahun Ajaran 2025-2026, Diikuti Sebanyak 63 Siswa Baru

Winardi menilai langkah tersebut penting karena persaingan antar daerah dalam menarik investasi semakin ketat. Setiap daerah berlomba menawarkan kemudahan dan berbagai keunggulan kepada calon investor.

“Investor membutuhkan kepastian bahan baku dan dukungan pemerintah,” ujarnya.

Ia berharap pembahasan Raperda investasi dapat menghasilkan kebijakan yang tidak hanya memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan, tetapi juga mampu menjadi instrumen nyata untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Dengan strategi yang tepat, Bontang diyakini memiliki peluang besar menjadi tujuan investasi baru di Kalimantan Timur, terutama melalui pengembangan sektor industri turunan dan pemanfaatan potensi kelautan yang dimiliki.

“Investasi baru berarti lapangan kerja dan sumber pendapatan daerah,” pungkasnya. (asr/adv DPRD Bontang)

Share :

Baca Juga

Bontang

Sinergi dan Profesionalisme, PWI Bontang Matangkan Program Kerja di Vila Kooala Bontang

Bontang

Dispopar Bontang Respons Klaim Lahan Mangrove Edu Park, Dialog Jadi Langkah Awal

Advertorial

DPRD Samarinda Kawal 31 Siswa yang Belum Dapat Sekolah Negeri

Advertorial

DPRD Samarinda Ajak Masyarakat Peduli Terhadap Kelestarian Lingkungan Sekitar Dimulai dari Pengelolaan Sampah dari Rumah

Advertorial

Ketua Komisi II DPRD Samarinda Khawatir Harga BBM Naik Picu Inflasi

Advertorial

49 Jiwa Terdampak Kebakaran di Loa Janan Ilir, Ketua DPRD Samarinda Desak Pemkot Segera Lakukan Perbaikan

Advertorial

Komisi III DPRD Samarinda Bakal Panggil OPD Soal Lampu Mahkota II Mati

Advertorial

DPRD Samarinda Desak Pemerintah Perlunak Syarat SHM untuk Bangun Rumah Bagi Masyarakat Kurang Mampu