Home / Bontang

Jumat, 3 April 2026 - 23:50 WIB

Ancaman Banjir Rob di Bontang Belum Surut

Bentangkaltim, Bontang – Hujan yang turun tak lagi sekadar membawa kesejukan bagi warga Bontang. Di balik rintiknya, tersimpan kecemasan lama yang belum benar-benar pergi: banjir.

Hingga awal April 2026, ancaman itu masih nyata. Sungai-sungai yang menjadi urat nadi aliran air di kota ini ternyata belum cukup kuat menampung derasnya debit air. Kapasitasnya baru sekitar 70 persen dari kondisi ideal. Artinya, setiap hujan deras berpotensi berubah menjadi genangan yang merayap ke permukiman.

Masalahnya tidak sederhana. Sungai-sungai di Bontang kian dangkal akibat sedimentasi. Lumpur dan material yang terbawa dari hulu perlahan menggerus daya tampungnya. Saat air datang dalam jumlah besar, sungai tak lagi mampu menahan—dan air pun meluap, mencari ruang ke jalanan hingga rumah warga.

Baca juga  Ketua DPRD Bontang Minta DLH Tutup TPS Swasta Ilegal, Pembakaran Sampah Dinilai Membahayakan Warga

Tak hanya dari langit, ancaman juga datang dari daratan yang lebih tinggi. Banjir kiriman dari wilayah hulu masih menjadi momok yang sulit dikendalikan. Awal tahun ini menjadi bukti, ketika lebih dari 100 hektare wilayah terendam, dengan kawasan Api-Api menjadi salah satu yang paling terdampak.

Di pesisir, cerita lain kembali terulang. Kawasan Bontang Kuala masih bergulat dengan banjir rob yang datang nyaris tanpa jeda. Air laut pasang perlahan naik, menutup jalan, mengganggu aktivitas, bahkan seolah menjadi rutinitas yang harus diterima warga setiap harinya.

Situasi ini menunjukkan satu hal: banjir di Bontang bukan persoalan sesaat, melainkan masalah yang saling terhubung dari hulu hingga hilir. Penanganannya pun tak bisa setengah-setengah.

Baca juga  Tagihan Air Tiba-Tiba Naik! Warga Bontang Kaget Tarif PDAM April 2026 Melonjak

Berbagai upaya terus diupayakan, mulai dari pembenahan sungai hingga rencana pembangunan infrastruktur pengendali banjir. Namun jalan menuju solusi masih panjang. Tantangan anggaran, kondisi geografis, hingga koordinasi lintas wilayah menjadi pekerjaan rumah yang belum tuntas.

Di tengah kondisi itu, masyarakat diminta tetap waspada. Hal sederhana seperti tidak membuang sampah ke sungai pun menjadi bagian penting dalam mencegah kondisi semakin memburuk.

Sebab di Bontang hari ini, banjir bukan lagi sekadar kemungkinan—melainkan ancaman yang selalu terasa dekat. (bai)

Share :

Baca Juga

Bontang

Rumah Adat Toraja di Kanaan Segera Dibangun, Dispopar Targetkan Rampung November

Advertorial

Komisi A DPRD Bontang Dukung Skema Patungan Perusahaan untuk Jamin Peserta BPJS yang Dinonaktifkan

Advertorial

Regenerasi Atlet Bulutangkis Berprestasi, Pupuk Kaltim Hadirkan Sirnas C Open 2026

Advertorial

Komisi B DPRD Bontang Soroti Tata Kelola Kapal Ro-Ro PT AUJ, Rustam: Jangan Terus Jadi Beban Daerah

Advertorial

Ketua DPRD Bontang Minta DLH Tutup TPS Swasta Ilegal, Pembakaran Sampah Dinilai Membahayakan Warga

Advertorial

Rustam Soroti Kurang Salur DBH Migas, Nilai Hak Bontang Jangan Sampai Berkurang

Advertorial

Raperda Penyertaan Modal BME Ditarget Rampung Awal Agustus, DPRD Bontang Fokus Tertibkan Aset Daerah

Advertorial

Komisi A DPRD Bontang Apresiasi Damkar Bantu Warga Bontang Kuala Saat Rob