Bentangkaltim, Bontang – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang mempersiapkan diri secara serius untuk ajang Good Archival Governance Awards (GAGAS) 2025 yang digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Bontang. Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan Pendidikan Non Formal (PNF) Disdikbud Kota Bontang, Yuti Nurhayati mewakili dinasnya, ia mengaku banyak yang dipersiapkan.
Tidak hanya menyiapkan data dan dokumen, Yuti juga melakukan pendalaman materi hingga memahami istilah teknis kearsipan yang kerap digunakan dalam kompetisi tersebut. Kepada media ini, Yuti mengungkapkan persiapan dilakukan dengan belajar langsung kepada rekan-rekan yang lebih paham istilah teknis di bidang kearsipan.
Misal istilah UK1 (Unit Kearsipan Tingkat 1), UK2 (Unit Kearsipan Tingkat 2), akuisisi arsip hingga Jadwal Retensi Arsip (JRA). Hal ini dinilai penting agar saat presentasi, penjelasan yang disampaikan lebih logis dan mudah dipahami.
“Persiapan saya selain menyiapkan data adalah belajar dari teman-teman. Ada istilah-istilah seperti UK1, UK2, JRA, akuisisi arsip, yang awalnya saya tidak terlalu familiar. Jadi saya tanya langsung ke yang lebih paham, supaya saat menjelaskan bisa tepat dan masuk akal,” ujar Yuti saat dikonfirmasi melalui via telepon WhatsApp (WA), Rabu (17/9/2025).
Ada hal lain yang dilakukan Yuti, kata dia, selain bertanya kepada rekan sejawat, ia juga memperkaya pemahaman melalui pencarian informasi di internet. Yuti mengaku cara ini ditempuh untuk memastikan pemahaman terhadap regulasi yang menjadi landasan dalam tata kelola kearsipan lebih matang.
“Saya juga googling, baca regulasi, mulai dari program, PPK, Perda, hingga Perwali. Itu yang paling utama saya pelajari. Setelah itu baru saya tanyakan bagaimana praktiknya di lapangan,” jelas Yuti melanjutkan.
Sebagai ketua Unit Pengolah 1 (UP1) di bidangnya, ia mengaku cukup memahami teknis pekerjaan sehari-hari. Namun, dalam ajang GAGAS, dirinya harus memposisikan diri sebagai perwakilan dinas sekaligus Unit Kearsipan Daerah (UKD), sehingga diperlukan penyesuaian dalam penyampaian materi.
Diakhir wawancara, ia menegaskan ajang GAGAS 2025 menjadi momentum penting bagi OPD di Bontang, termasuk Disdikbud, untuk menunjukkan keseriusan dalam tata kelola kearsipan yang rapi, akuntabel, dan sesuai regulasi. Yuti sangat merasa bersyukur karena dapat dipercaya untuk melakukan persentase.
“Kalau di bidang saya, alhamdulillah agak paham. Tapi saat menjadi perwakilan dinas, posisinya berbeda. Ada penyesuaian yang harus dilakukan. Insyaallah semua aman karena persiapannya matang,” tutupnya dengan optimistis. (Jay/Adv).










