Home / Advertorial / Bontang

Minggu, 21 September 2025 - 05:11 WIB

Matangkan Persiapan Presentasi GAGAS 2025, Wakili Disdikbud Bontang, Yuti Nurhayati: Belajar Hingga Dalami Regulasi

Yuti Nurhayati (Kelima dari kanan)

Yuti Nurhayati (Kelima dari kanan)

Bentangkaltim, Bontang – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang mempersiapkan diri secara serius untuk ajang Good Archival Governance Awards (GAGAS) 2025 yang digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Bontang. Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan Pendidikan Non Formal (PNF) Disdikbud Kota Bontang, Yuti Nurhayati mewakili dinasnya, ia mengaku banyak yang dipersiapkan.

Tidak hanya menyiapkan data dan dokumen, Yuti juga melakukan pendalaman materi hingga memahami istilah teknis kearsipan yang kerap digunakan dalam kompetisi tersebut. Kepada media ini, Yuti mengungkapkan persiapan dilakukan dengan belajar langsung kepada rekan-rekan yang lebih paham istilah teknis di bidang kearsipan.

Misal istilah UK1 (Unit Kearsipan Tingkat 1), UK2 (Unit Kearsipan Tingkat 2), akuisisi arsip hingga Jadwal Retensi Arsip (JRA). Hal ini dinilai penting agar saat presentasi, penjelasan yang disampaikan lebih logis dan mudah dipahami.

Baca juga  Andi Faiz dan Siti Yara Ditunjuk Sebagai Ketua dan Wakil Ketua Sementara DPRD Bontang

“Persiapan saya selain menyiapkan data adalah belajar dari teman-teman. Ada istilah-istilah seperti UK1, UK2, JRA, akuisisi arsip, yang awalnya saya tidak terlalu familiar. Jadi saya tanya langsung ke yang lebih paham, supaya saat menjelaskan bisa tepat dan masuk akal,” ujar Yuti saat dikonfirmasi melalui via telepon WhatsApp (WA), Rabu (17/9/2025).

Ada hal lain yang dilakukan Yuti, kata dia, selain bertanya kepada rekan sejawat, ia juga memperkaya pemahaman melalui pencarian informasi di internet. Yuti mengaku cara ini ditempuh untuk memastikan pemahaman terhadap regulasi yang menjadi landasan dalam tata kelola kearsipan lebih matang.

“Saya juga googling, baca regulasi, mulai dari program, PPK, Perda, hingga Perwali. Itu yang paling utama saya pelajari. Setelah itu baru saya tanyakan bagaimana praktiknya di lapangan,” jelas Yuti melanjutkan.

Baca juga  ’Bawa Kulkas' Kembali Digelar, Tanam Toga Jelang Lomba PHBS

Sebagai ketua Unit Pengolah 1 (UP1) di bidangnya, ia mengaku cukup memahami teknis pekerjaan sehari-hari. Namun, dalam ajang GAGAS, dirinya harus memposisikan diri sebagai perwakilan dinas sekaligus Unit Kearsipan Daerah (UKD), sehingga diperlukan penyesuaian dalam penyampaian materi.

Diakhir wawancara, ia menegaskan ajang GAGAS 2025 menjadi momentum penting bagi OPD di Bontang, termasuk Disdikbud, untuk menunjukkan keseriusan dalam tata kelola kearsipan yang rapi, akuntabel, dan sesuai regulasi. Yuti sangat merasa bersyukur karena dapat dipercaya untuk melakukan persentase.

“Kalau di bidang saya, alhamdulillah agak paham. Tapi saat menjadi perwakilan dinas, posisinya berbeda. Ada penyesuaian yang harus dilakukan. Insyaallah semua aman karena persiapannya matang,” tutupnya dengan optimistis. (Jay/Adv).

Share :

Baca Juga

Bontang

Seorang Pria Ditangkap Polisi Usai Jatuhkan Barang Bukti Jenis Sabu di Kawasan Bontang Utara

Bontang

Geger Temuan Mayat di Kamar Kost Bontang Utara, Diduga Meninggal Sejak Sabtu

Bontang

Revitalisasi Bandara Badak LNG Dimulai, Harapan Baru Konektivitas Bontang

Bontang

SMP Ngeri 9 Bontang Raih Penghargaan sebagai Lembaga Perlindungan Khusus Ramah Anak Madya dari Kementerian PPPA

Bontang

Shemmy Permata Sari Salurkan Bantuan Mengaji untuk Warga Berbas Tengah

Bontang

Wali Kota Turun Tangan, Beras Basah Bersiap Berbenah

Bontang

Ketergantungan Dana Eksternal, APBD 2027 Bontang Terancam

Bontang

Tak Penuhi Standar IPAL, 9 Dapur MBG Bontang Dihentikan