Home / Advertorial / Kaltim

Kamis, 30 April 2026 - 12:45 WIB

Implementasi Pelican Crossing di Samarinda Dinilai Belum Maksimal Akibat Rendahnya Disiplin Masyarakat

Pelican crossing yang ada di sekitar Teras Samarinda, masih belum maksimal.(Bentangkaltim.com/ain)

Pelican crossing yang ada di sekitar Teras Samarinda, masih belum maksimal.(Bentangkaltim.com/ain)

Bentangkaltim.com, Samarinda – Upaya Pemkot Samarinda, dalam meningkatkan keselamatan pejalan kaki melalui penggantian Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) dengan sistem Pedestrian Light Controlled Crossing (Pelican Crossing) dinilai belum berjalan optimal.

Kendala utama yang dihadapi bukan terletak pada fasilitas, melainkan pada tingkat kedisiplinan masyarakat yang masih rendah.

Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar, menyoroti bahwa banyak pengguna jalan, khususnya pengendara kendaraan bermotor, belum memahami atau bahkan mengabaikan fungsi pelican crossing.

Akibatnya, meskipun lampu penyeberangan telah menunjukkan tanda berhenti, masih banyak kendaraan yang tetap melaju tanpa mengindahkan aturan.

Menurut Deni, kondisi ini menunjukkan bahwa transformasi sistem penyeberangan dari JPO ke pelican crossing belum sepenuhnya dipahami oleh masyarakat.

Padahal, fasilitas tersebut dirancang untuk memberikan kemudahan akses bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk kelompok rentan seperti lansia dan penyandang disabilitas.

“Permasalahan utamanya bukan pada fasilitas yang tersedia, melainkan pada kesadaran masyarakat itu sendiri. Pelican crossing ini belum dipahami secara menyeluruh, sehingga kerap diabaikan,” ujarnya.

Baca juga  Suharno Dorong OKP Bontang Aktif Suarakan Kepentingan Daerah Lewat Raperda Kepemudaan

Ia menjelaskan kebijakan penggantian JPO merupakan bagian dari upaya penataan sistem lalu lintas yang lebih modern, aman, dan inklusif.

Namun, tanpa dukungan perilaku disiplin dari masyarakat, keberadaan fasilitas tersebut tidak akan memberikan dampak signifikan terhadap keselamatan pengguna jalan.

Lebih lanjut, Deni menekankan perlunya regulasi yang tegas guna memastikan efektivitas penerapan sistem ini.

Deni menilai pendekatan berupa imbauan saja tidak cukup untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat.

“Kita membutuhkan aturan yang jelas dan mengikat agar masyarakat benar-benar patuh. Tidak bisa hanya mengandalkan imbauan tanpa adanya sanksi yang tegas,” tegasnya.

Dia juga menyoroti bahwa rendahnya kesadaran masyarakat bukanlah persoalan baru.

Dalam berbagai aspek kehidupan sehari-hari, seperti pengelolaan sampah rumah tangga, masih banyak ditemukan ketidakpatuhan yang mencerminkan perlunya edukasi yang lebih intensif dan berkelanjutan.

Selain itu, Deni mengingatkan bahwa masih tingginya angka kecelakaan lalu lintas, termasuk yang berujung pada korban jiwa, menjadi bukti bahwa budaya tertib berlalu lintas belum tertanam kuat di tengah masyarakat.

Baca juga  Dorong Masyarakat Bontang Tetap Sehat dan Bugar, KORMI Bontang Gelar Senam Bugar

“Keselamatan di jalan sangat bergantung pada kedisiplinan. Kita harus ingat bahwa kita berbagi ruang dengan pengguna lain. Kelalaian satu orang saja bisa membahayakan banyak pihak,” katanya.

Komisi III DPRD Samarinda juga menyatakan dukungannya terhadap rencana penghapusan sejumlah JPO lama yang dinilai sudah tidak layak serta berpotensi membahayakan pengguna.

Sebagai alternatif, pelican crossing dianggap lebih aman, mudah diakses, dan telah banyak diterapkan di berbagai kota besar.

Meski demikian, ia kembali menegaskan bahwa keberhasilan sistem tersebut tidak hanya bergantung pada infrastruktur, tetapi juga pada perubahan perilaku masyarakat sebagai pengguna jalan.

“Ini bukan sekadar persoalan fasilitas, melainkan bagaimana kita membangun budaya disiplin dalam berlalu lintas. Tanpa itu, risiko kecelakaan akan tetap tinggi,” pungkasnya.

Share :

Baca Juga

Advertorial

Ketua DPRD Samarinda Apresiasi Perumda Tirta Kencana Hasilkan Produk AMKD Samaqua, Dinilai Peluang Ekonomi Baru di Kota Tepian

Advertorial

Komisi IV DPRD Samarinda Minta Mata Rantai Anjal Gepe Diputus, Bukan Sekadar Dibina

Advertorial

Sejumlah Ruas Jalan di Palaran Masih Gelap, DPRD Samarinda Dorong Percepatan PJU

Advertorial

Ketua Komisi IV DPRD Samarinda Minta Polemik Dapur MBG Diselesaikan Secara Clear and Clean

Advertorial

DPRD Samarinda: Rencana Pemindahan Aktivitas Pelabuhan Masih Sebatas Arah Kebijakan

Advertorial

Ketua Komisi IV DPRD Samarinda: Aksi Boti Hunter Jangan Sampai Berujung Persekusi

Advertorial

DPRD Samarinda Sudah Usulkan Transportasi Massal, Masih Tunggu Kepastian Anggaran

Advertorial

Komisi IV DPRD Samarinda Bakal Evaluasi Sistem SPMB hingga Tinjau Puskesmas