Home / Advertorial / Kaltim

Minggu, 3 Mei 2026 - 09:28 WIB

Upaya Tingkatkan Ekonomi Kreatif yang Berpihak ke Masyarakat, DPRD Samarinda Dorong APBD Harus Mengalir ke UMKM

Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Anhar. (Bentangkaltim.com/ist).

Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Anhar. (Bentangkaltim.com/ist).

Bentangkaltim.com Samarinda – Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda dari Fraksi PDI Perjuangan, Anhar, menyoroti tingginya angka pengangguran terbuka di Kota Tepian.

Hal itu diungkapkan Anhar bahwa bukan persoalan lapangan kerja sempit, melainkan struktur APBD yang tidak berpihak pada sektor terutama UMKM.

“APBD hampir 5 triliun, pertumbuhan ekonomi hanya di angka 7-8 persen, tapi pengangguran terbuka itu tinggi. Karena sektor-sektornya itu didominasi pertambangan dan perkebunan,” sebut Anhar.

Menurutnya, persoalan mendasar ada pada dominasi sektor padat modal yang tidak banyak menyerap tenaga kerja. Ia mengibaratkan proyek infrastruktur seperti jembatan dan terowongan sebagai lapangan kerja musiman, di mana
begitu proyek selesai, pengangguran kembali melonjak.

“Mayoritas pekerja di proyek-proyek tersebut berasal dari luar daerah, sehingga uang tidak berputar secara maksimal di Samarinda,” pungkasnya.

Baca juga  Kebakaran Dini Hari Gegerkan Warga Berbas Pantai

Ia membandingkan kondisi Samarinda dengan Balikpapan yang memiliki APBD lebih kecil, yakni sekitar Rp3,7 triliun, namun pendapatan per kapita masyarakatnya jauh lebih tinggi mencapai Rp16–18 juta per bulan.

“Sementara Samarinda dengan APBD hampir Rp5 triliun, pendapatan per kapita masyarakatnya hanya berkisar Rp6–7 juta per bulan,” ujarnya.

Politisi PDIP ini mendorong agar porsi APBD yang signifikan diarahkan langsung ke sektor UMKM. Ia menyebut, dalam setiap kegiatan pemerintahan, produk dan jasa lokal harus diwajibkan, mulai dari katering, tekstil, hingga konstruksi kecil. Menurutnya, pendekatan klasterisasi ekonomi per kelurahan perlu diterapkan, misalnya satu kelurahan difokuskan pada kuliner, kelurahan lain pada kain tenun, dan seterusnya.

Baca juga  Matangkan Persiapan Presentasi GAGAS 2025, Wakili Disdikbud Bontang, Yuti Nurhayati: Belajar Hingga Dalami Regulasi

“APBD itu harus berpihak kepada UMKM kita. Setiap ada kegiatan harus mengutamakan produk-produk lokal kita. Kalau program itu tidak terukur, tidak ada output yang jelas sebelum dan sesudahnya, ya hanya gugur kewajiban penyerapan anggaran saja,” katanya.

Anhar juga mendorong adanya link and match antara dunia pendidikan dan dunia kerja. Ia menyarankan SMK dan Balai Latihan Kerja (BLK) membuat MoU langsung dengan perusahaan-perusahaan, sehingga lulusan bisa langsung terserap.

“Kami dari Fraksi PDIP sering menegaskan dalam pembahasan APBD ke depan, dan tidak akan segan menolak pengesahan jika belanja modal di bawah 25 persen serta tidak ada program penciptaan lapangan kerja yang terukur,” ungkapnya.

(rya/adv)

Share :

Baca Juga

Advertorial

DPRD Bontang Ingatkan Pos Damkar Bontang Kuala Tidak Berakhir Jadi Aset Terbengkalai

Advertorial

DPRD Bontang Minta ASN Taat Aturan Absensi dan Hindari Manipulasi Lokasi

Advertorial

DPRD Bontang Minta Dasar Hukum Penggunaan Aset Pemkot untuk Koperasi Merah Putih Diperjelas dalam Raperda BMD

Advertorial

DPRD Samarinda Dorong Pemanfaatan Sampah jadi Energi Listrik

Advertorial

DPRD Bontang Soroti Ketersediaan Material Pembangunan, Isu Galian C Jadi Perhatian dalam Pembahasan RTRW

Advertorial

Dukung Kesetaraan Bagi Disabilitas, Pupuk Kaltim Dorong Penguatan Pendidikan Inklusi di Kota Bontang

Advertorial

DPRD Cermati Status Lahan Wana Tirta, Jangan Sampai RTRW Timbulkan Masalah Baru

Advertorial

Helmi Pastikan DPRD Samarinda Bantu Kegiatan GMKI Tapi Sesuaikan Kemampuan Anggaran