Home / Advertorial / Kaltim

Jumat, 24 Juli 2026 - 15:36 WIB

Banyak Manusia Silver di Lampu Merah, DPRD Samarinda Dorong Satpol PP Tindak Tegas

Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Abdul Rohim. (Bentangkaltim.com/ist).

Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Abdul Rohim. (Bentangkaltim.com/ist).

Bentangkaltim.com, Samarinda – Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Abdul Rohim, menanggapi fenomena manusia silver yang masih kerap ditemukan di sejumlah ruas jalan Kota Samarinda meski sudah berulang kali ditertibkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

Menurutnya, keberadaan manusia silver merupakan persoalan kompleks yang tidak bisa hanya diselesaikan lewat penertiban sesaat. Dia menilai fenomena itu muncul akibat desakan ekonomi warga yang belum mendapatkan pekerjaan layak untuk memenuhi kebutuhan dasar.

“Kalau semua masyarakat di Samarinda ini sudah pada level sejahtera, insyaallah otomatis model-model manusia silver itu tidak akan ada, karena sudah terpenuhi kebutuhan sandang, pangan, papan mereka,” kata Abdul Rohim, Kamis (23/07/2026).

Baca juga  DPRD Bontang Dukung Musrenbang Pemuda, Winardi: Aspirasi Anak Muda Harus Masuk dalam Perencanaan Pembangunan

Di sisi lain, dia mengakui keberadaan manusia silver kerap mengganggu ketertiban umum lantaran muncul tiba-tiba di jalan dan mengganggu kenyamanan pengguna jalan. Karena itu, dia meminta Satpol PP Samarinda melakukan penertiban secara konsisten dan berkelanjutan, bukan hanya sesaat.

“Satpol PP mesti konsisten, tidak bisa satu kali selesai. Kalau tidak konsisten, mereka akan muncul lagi setelah merasa penertiban sudah mereda,” ujarnya.

Abdul Rohim menyebut penertiban rutin harus tetap dilakukan sebagai solusi jangka pendek. Namun, dia menegaskan solusi jangka panjang tetap harus difokuskan pada upaya menekan angka kemiskinan dan memperluas lapangan kerja bagi warga Samarinda.

Baca juga  Sangatta Selatan Serius Kembangkan Wisata Alam, Plt Camat Dorong Sinergi Desa

“Solusi jangka panjangnya, kita mengupayakan agar kesejahteraan masyarakat di Kota Samarinda ini bisa terpenuhi. Lapangan kerja tersedia, sehingga model-model manusia silver ini sudah tidak ada lagi,” katanya.

Fenomena manusia silver, yakni warga yang mengecat tubuhnya dengan cat berwarna perak lalu beraksi di jalanan untuk meminta uang dari pengguna jalan, kerap ditemukan di berbagai kota besar di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir dan umumnya dikaitkan dengan kemiskinan perkotaan.

DPRD Samarinda berharap penanganan manusia silver ke depan tidak hanya berhenti pada aspek penertiban, tetapi juga menyentuh akar masalah berupa pemberdayaan ekonomi masyarakat.

(ard/lal/adv)

Share :

Baca Juga

Advertorial

Pupuk Kaltim Dorong Pemanfaatan Limbah Organik untuk Pertanian Berkelanjutan

Advertorial

Banyak Kasus Bunuh Diri Lompat dari Jembatan, DPRD Samarinda Bangun Pagar Upaya Pencegahan

Advertorial

Komisi II DPRD Samarinda Kritisi Pembangunan Pasar Pagi Gedung Mewah Tapi Sepi Pembeli

Advertorial

DPRD Samarinda Ingin Tambahkan Anggaran Dinsos hingga Minta Data DTKS Diperbaharui

Advertorial

Ketua DPRD Samarinda Dorong Event Job Fair Terus Digerlar, Upaya Jembatani Perusahaan dan Pebcari Kerja hingga Tekan Angka Pengangguran

Advertorial

DPRD Samarinda Minta Satpol PP dan Dinsos Kolaborasi Tindak Gepeng dan Anjal yang Kerap Nongkrong di Lampu Merah Perkotaan

Advertorial

Ketua Komisi IV DPRD Samarinda Minta Nakes Bermasalah di RSUD AI Moeis Dievaluasi

Advertorial

Ketua DPRD Samarinda Apresiasi Perumda Tirta Kencana Hasilkan Produk AMKD Samaqua, Dinilai Peluang Ekonomi Baru di Kota Tepian