Home / Advertorial / Bontang

Rabu, 23 September 2026 - 11:53 WIB

PAD Bontang 2027 Masih Bergantung Transfer, Fraksi PDIP Minta Strategi Lebih Terukur

DPRD Bontang menggelar rapat paripurna tentang pandangan umum fraksi atas Raperda APBD 2027. (Bentangkaltim.com/asr)

DPRD Bontang menggelar rapat paripurna tentang pandangan umum fraksi atas Raperda APBD 2027. (Bentangkaltim.com/asr)

Bentangkaltim.com, Bontang – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Bontang menyoroti struktur pendapatan dalam Rancangan APBD (RAPBD) 2027. Ketergantungan terhadap pendapatan transfer dinilai perlu menjadi perhatian pemerintah daerah dalam memperkuat kemandirian fiskal.

Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Bontang Winardi mengatakan, RAPBD 2027 memproyeksikan pendapatan daerah sebesar Rp1,953 triliun. Dari angka tersebut, Pendapatan Asli Daerah (PAD) hanya sekitar Rp390,13 miliar atau 19,97 persen.

Sementara pendapatan transfer mencapai Rp1,534 triliun atau 78,55 persen dari total pendapatan daerah. Kondisi tersebut menjadi salah satu catatan Fraksi PDI Perjuangan dalam pembahasan APBD 2027.

Baca juga  Energi Muda Kutai Timur Meledak di Festival Pemuda Kreatif 2025

“Pemerintah menyampaikan akan memperkuat PAD melalui peningkatan tata kelola, pemutakhiran data, digitalisasi pelayanan, dan optimalisasi potensi tanpa membebani masyarakat dan dunia usaha secara berlebihan,” kata Winardi dalam rapat paripurna pandangan umum Fraksi PDI Perjuangan, Senin (21/9/2026).

Menurut dia, pemerintah perlu menjelaskan sumber PAD yang menjadi fokus optimalisasi. Termasuk target setiap jenis pendapatan, basis data potensi, serta indikator keberhasilannya.

Baca juga  Pemkab Kutim Mantapkan Langkah Pengelolaan Sampah Berkelanjutan Lewat FGD Kajian TPST

Fraksi PDIP juga meminta peningkatan PAD tidak sekadar dilakukan melalui penambahan beban kepada masyarakat. “Kami meminta penjelasan secara lebih terukur,” tegasnya.

Selain PAD, Fraksi PDIP meminta pemerintah menyiapkan skenario apabila alokasi Transfer ke Daerah (TKD) 2027 berbeda dari proyeksi sementara. Winardi menilai kejelasan skenario penting untuk memastikan pelayanan dasar dan kewajiban daerah tetap berjalan jika terjadi perubahan pendapatan.(ASR/ADV DPRD BONTANG)

Share :

Baca Juga

Advertorial

Fraksi ADB Minta Penyertaan Modal BUMD Bontang Beri Manfaat Terukur dan Dividen Jelas

Advertorial

Fraksi ADB Minta APBD Bontang 2027 Perkuat Kebijakan Kesehatan Mental dan Cegah Bunuh Diri

Advertorial

RAPBD Bontang 2027 Tertekan, Fraksi ADB Soroti Kondisi Fiskal dan Ketergantungan Transfer

Advertorial

Fraksi PKB Soroti Kurang Bayar DBH Rp402,58 Miliar di APBD Bontang 2027

Advertorial

APBD Bontang 2027 Tertekan, Fraksi PKB Minta Belanja Berpihak ke Masyarakat

Advertorial

Winardi Soroti Anggaran Infrastruktur dan Pengendalian Banjir Bontang

Advertorial

Fraksi PDIP Soroti Rp402 Miliar Kurang Bayar DBH dalam RAPBD Bontang 2027

Advertorial

Fiskal Bontang Terbatas, Gerindra Dorong Pemkot Maksimalkan Dana di Luar APBD