Bentangkaltim.com, Samarinda- Ketua DPRD Samarinda, Helmi Abdullah mendesak Pemkot agar mendesain skema ekonomi dari ketergantungan sektor pertambangan segera beralih ke sektor bisnis dunia industri. Hal itu dilakukan agar Samarinda tidak bergantung pada ekonomi yang berasal dari sumber daya alam melain skema ekonomi baru harus dipersiapkan dari sekarang.
Dia mendorong agar Samarinda harus melakukan transisi menuju zero tambang dan fokus pertumbuhan ekonomi ke sektor yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Menurutnya, karakteristik geografis dan ketersediaan lahan di Kota Tepian membuat kebijakan pengelolaan daerah harus disesuaikan.
Berbeda dengan kabupaten/kota tetangga di Kaltim yang masih memiliki bentang lahan luas untuk pertambangan, Samarinda memilih berfokus pada pengembangan ekonomi berbasis perkotaan.
“Karena itu, pendekatan kebijakannya pun harus berbeda dengan daerah lain di Kaltim yang masih memiliki potensi tambang besar, sehingga harus memperkuat iklim usaha skala mikro maupun makro dan industri perlu dipersiapkan,” ungkap Helmi.
Misalkan, disebutkan Helmi, seperti potensi sektor pariwisata, industri kreatif, kuliner, perhotelan, hingga jasa perindustrian dinilai menjadi kunci utama penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) di masa depan.
“Dan usaha pemberdayaan UMKM dan bisnis digital jadi fokus ke depan,” sebutnya.
Helmi menambahkan, potensi besar Samarinda sebagai pusat perdagangan dan jasa di Kaltim harus dimanfaatkan secara optimal melalui pembenahan fasilitas dan kemudahan investasi di sektor-sektor produktif masyarakat.
Melalui arah kebijakan ini, DPRD Kota Samarinda optimistis transisi menuju kota berbasis jasa dan UMKM tidak hanya menjaga kelestarian lingkungan kota, tetapi juga membuka lapangan kerja baru serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata.
“Seperti pariwisata, kuliner, perhotelan, serta perindustrian,” terangnya. (ard/lal/adv).









