Home / Bontang

Rabu, 20 Maret 2024 - 12:37 WIB

Gelar Acara Temu Hore Ramadhan (THR) IGB Bahas Soal Potensi Ekonomi Kreatif di Dunia Esports

 

Bentangkaltim.com, Bontang – Semakin canggih teknologi yang berkembang di tanah air, semakin banyak pula hadir industri-industri baru, salah satunya adalah industri olahraga elektronik atau yang biasa disebut dengan esports.

Sempat dipandang sebelah mata, tetapi siapa sangka esports nyatanya semakin berkembang di Indonesia. Esports memberikan harapan baru bagi generasi muda dan Indonesia. Lewat esports, kini para generasi muda bisa berkarya dan menunjukkan kebolehan mereka sebagai seorang atlet.

Dalam hal ini Ketua Ikatan Gamers Bontang (IGB), Yusuf mengatakan perkembangan dunia esports di Indonesia ini sangat signifikan terutama di Kota Bontang.

Candra (kiri) owner chipur project bersama Yusuf (kanan) Ketua IGB

“Bisa dilihat, dulu orang tua kami berfikir mending belajar, biar bisa dapat kerjaan bagus. Sekarang Dunia esports semakin berkembang. Apalagi sekarang pemain-pemain dikontrak, dapat gaji juga. Alhamdulillah gaji bulanan ada, fasilitas lain ada,” kata Yusuf.

Baca juga  Melihat Kiprah Asma, Binaan Pupuk Kaltim Peraih Penghargaan Masyarakat Berprestasi Bidang Lingkungan Hidup

Tak hanya itu, menurut Kahar Muzakir selaku CEO Borneos.co, dunia esports yang semakin berkembang itu bahkan digadang-gadang mampu menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di Indonesia.

“Berkembangnya industri games di Indonesia juga bisa membuka potensi-potensi peluang usaha dan lapangan kerja,” sebutnya.

Kahar Muzakir (kiri) saat menjadi narasumber kegiatan THR

Bahkan CEO Chipur Project Chandra Saputra menilai eksistensi dunia esports di Indonesia memang semakin baik dengan animo masyarakat yang terus meningkat.

hal tersebut terbukti dari semakin banyaknya turnamen esports yang digelar, salah satunya adalah Bontang Digital Expo (BDE) yang menyediakan turnamen mobile legend bagi kalangan anak muda khususnya pelajar.

Baca juga  Ketua Paguyuban Investasi Bodong Ayam Ap Deris Serahkan Aset Tambahan Milik Tersangka ke Polres Bontang

“Dengan adanya turnamen tentu juga membuat para atlet, komunitas, dan para pengembang game semakin bersemangat. Bila semangat ini terus dijaga dan difasilitasi, maka hal ini akan memicu perkembangan ekosistem esports yang ada di dalam negeri,” ujarnya.

Menurut Chandra, jika melihat potensi ekonomi yang ditawarkan dari kegiatan bermain gim yang kemudian bertransformasi menjadi esports, seharusnya pemerintah tak berpikir dua kali untuk memberi dukungan bagi pengembangan industri esprots ini.

Diketahui, secara ekonomi, industri esports memang menggiurkan. Menurut data Kominfo,  pada tahun 2021 jumlah pendapatan total industri gim di Indonesia mencapai 1,1 miliar dolar AS atau senilai Rp17,5 triliun. Angka tersebut dinilai berpotensi besar untuk terus dikembangkan.(han)

Share :

Baca Juga

Bontang

Dari Tabang dan Bontang ke Istana Negara, Dua Pelajar Kaltim Lolos Paskibraka Nasional 2026

Advertorial

DPRD Bontang Ingatkan Pos Damkar Bontang Kuala Tidak Berakhir Jadi Aset Terbengkalai

Advertorial

DPRD Bontang Minta ASN Taat Aturan Absensi dan Hindari Manipulasi Lokasi

Bontang

Ribuan Balita Ditimbang Serentak, Ini Langkah Besar Bontang Lawan Stunting

Advertorial

Winardi Perjuangkan Payung Hukum bagi Kreativitas dan Gerakan Anak Muda, Dorong Perda Pemuda di Kota Bontang

Advertorial

DPRD Bontang Minta Dasar Hukum Penggunaan Aset Pemkot untuk Koperasi Merah Putih Diperjelas dalam Raperda BMD

Advertorial

DPRD Bontang Dukung Musrenbang Pemuda, Winardi: Aspirasi Anak Muda Harus Masuk dalam Perencanaan Pembangunan

Advertorial

Winardi Ajak Pemuda Ambil Peran dalam Pembangunan, Sebut Masa Depan Bontang Ada di Tangan Generasi Muda