Bentangkaltim.com, KUTAI TIMUR – Pemerintah Kecamatan Sangatta Selatan mulai memperkuat kembali tata kelola pemerintahan melalui pembaruan data kependudukan dan penertiban sistem parkir untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Plt. Camat Rusmiati SE menegaskan bahwa pembenahan dua sektor ini menjadi prioritas utama untuk mendorong pelayanan publik yang lebih baik dan akurat.
Menurut Rusmiati, pembaruan data kependudukan dilakukan karena adanya temuan data yang belum diperbarui secara berkala oleh sejumlah RT dan desa. Padahal, data yang tidak mutakhir akan menghambat perencanaan pembangunan dan penyaluran bantuan sosial.
“Data itu pondasi. Kalau pondasinya salah, semua program di atasnya akan salah sasaran,” ujar Rusmiati, Rabu (12/11/2025).
Ia mendorong setiap ketua RT melakukan pencatatan kelahiran, kematian, hingga perpindahan penduduk secara real-time agar pemerintah bisa mengidentifikasi kebutuhan masing-masing wilayah dengan tepat. Selain itu, kecamatan juga telah menurunkan tim untuk membantu format pendataan baru yang lebih rapi dan terstruktur.
Di sisi lain, sektor parkir menjadi sorotan karena banyak aktivitas pungutan tanpa mekanisme resmi. Hal ini menyebabkan potensi PAD hilang begitu saja ke pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
“Kalau ditertibkan, parkir bisa jadi sumber PAD yang besar. Tapi harus jelas siapa yang menarik dan ke mana masuknya,” tegas Rusmiati.
Ia menambahkan bahwa pihak kecamatan telah membuka komunikasi dengan Bapenda Kutim untuk merancang pola pengelolaan parkir yang legal dan terstandar. Termasuk rencana penempatan petugas resmi dan sistem karcis terintegrasi.
Selain parkir, kecamatan juga mendorong pembenahan infrastruktur pasar agar aktivitas ekonomi masyarakat berjalan lebih tertib dan ekonomis. Dengan tata kelola yang baik, pasar dan parkir dapat menopang PAD daerah secara signifikan.
Rusmiati optimistis, jika data semakin rapi dan sistem pungutan semakin transparan, pelayanan publik di Sangatta Selatan akan meningkat drastis.
“Kita ingin pelayanan berkualitas, dan itu dimulai dari tata kelola yang benar,” tutupnya.(ADV)










