Bentangkaltim, Bontang – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam, menyatakan dukungannya terhadap rencana pengadaan Lembar Kerja Siswa (LKS) menggunakan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dari pemerintah pusat. Dukungan ini disampaikan menyusul penggunaan LKS di SD Negeri 008 Bontang Utara sebagai penunjang proses belajar tanpa mewajibkan siswa membeli LKS.
Kepala SDN 008 Bontang Utara, Masitah, menjelaskan bahwa LKS dijual sekitar Rp 10 ribu per buku dan diperjualbelikan di luar sekolah, atau berupa lembar kerja yang dibuat oleh para guru. “Hal ini sudah dibicarakan secara langsung antara pihak sekolah dengan orang tua murid sehingga sudah melalui persetujuan orang tua dan tidak ada pemaksaan,” katanya, Jumat (8/8/2025).
Nurhadi, Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang, menyarankan agar pengadaan LKS dapat dianggarkan melalui Dana BOS dari pemerintah pusat. “Guru bisa membeli LKS dengan dana dari BOS-P, yang telah dialokasikan sekitar Rp 900 per siswa untuk SD negeri, ditambah dana BOSDA dari daerah sekitar Rp 500 lebih per siswa,” ujarnya.
Saran ini mendapat persetujuan dari Andi Faizal, yang mengakui adanya keluhan dari sebagian orang tua yang merasa keberatan dengan pembelian LKS. “Kami menerima banyak pengaduan melalui WhatsApp dari orang tua yang keberatan dengan adanya pembelian ini,” ungkapnya.
Karena itu, Andi Faizal sangat mendukung usul Disdikbud Bontang untuk memaksimalkan bantuan dana yang sudah ada dari pusat dan daerah. “Meskipun dalam bentuk fotokopi, LKS masih bisa dibaca dengan jelas dan dapat digunakan secara gratis. Dengan memaksimalkan dana ini, diharapkan implementasi bantuan pendidikan gratis bisa terwujud sebaik mungkin,” ungkapnya. (bai/adv)










