Home / Advertorial / Kaltim

Kamis, 23 Juli 2026 - 14:30 WIB

DPRD Samarinda Dorong Pembenahan Destinasi Wisata Kota Tepian

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti. (Bentangkaltim.com/ist).

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti. (Bentangkaltim.com/ist).

Bentangkaltim.com, Samarinda – Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti, menyoroti rendahnya minat warga Samarinda terhadap destinasi wisata lokal dibandingkan wisata di luar daerah.

Menurutnya, masyarakat Samarinda cenderung lebih tertarik berwisata ke Balikpapan, Surabaya, bahkan Bali dibandingkan menjelajahi destinasi wisata alam yang ada di wilayah mereka sendiri.

“Pariwisata kita ini di lokal saja tidak dilirik. Orang lebih senang keluar, misalnya ke pantai di Balikpapan, ke Surabaya, ke Bali,” kata Sri Puji Astuti, Kamis (23/07/2026).

Dia menilai kondisi ini menjadi pekerjaan rumah bersama, sebab pengembangan wisata alam tidak bisa hanya mengandalkan Dinas Pariwisata, melainkan perlu kolaborasi lintas sektor, termasuk kecamatan, kelurahan, hingga masyarakat setempat.

Baca juga  Dewan Soroti Pemberian Bonus Atlet Disabilitas yang Dinilai Tak Adil

Sri Puji Astuti mencontohkan kawasan Palaran yang sempat ramai dikunjungi saat pertama kali dibuka, namun belakangan kembali sepi. Fenomena serupa juga kerap terjadi pada bisnis kuliner di Samarinda, yang biasanya ramai di awal pembukaan namun perlahan ditinggalkan pengunjung.

“Orang Samarinda ini begitu ada restoran baru buka langsung penuh sampai parkirannya susah. Tapi nanti sebulan dua bulan hilang, tumbuh lagi restoran baru,” ujarnya.

Dia berharap tren tersebut tidak terus berulang dan pelaku usaha maupun pemerintah dapat menjaga keberlanjutan sebuah destinasi wisata, bukan sekadar mengandalkan efek euforia sesaat.

Baca juga  Dorong UMKM Go Global, Pupuk Kaltim dan Kemenkop UKM Bekali Pelaku Usaha Penjajakan Ekspor

Sri Puji Astuti juga menekankan pentingnya kesiapan masyarakat di kawasan yang berpotensi dikembangkan menjadi destinasi wisata, seperti wilayah Samarinda Utara. Dia menyebut penolakan warga kerap muncul apabila pengembangan wisata di suatu kawasan tidak melibatkan masyarakat setempat sejak awal.

“Kalau daerah ingin berkembang menjadi pariwisata, warganya juga harus siap. Jangan sampai warga malah tersingkirkan,” katanya.

Dia berharap Pemkot Samarinda dapat menyusun strategi jangka panjang untuk pengembangan wisata alam berbasis kearifan lokal, sehingga potensi wisata di Samarinda tidak hanya ramai sesaat, tetapi mampu bertahan dan dikenal luas.

(ard/lal/adv)

Share :

Baca Juga

Advertorial

Dukung Program TAMASYA, Pupuk Kaltim Perkuat Kompetensi Pengasuh TPA di Kota Bontang

Advertorial

Relawan Bakti BUMN, Pupuk Kaltim Dorong Pemberdayaan Masyarakat Nagari Kumango

Advertorial

Dukung Penanganan Karhutla di Bontang, Pupuk Kaltim Buka Akses Air bagi Armada Pemadam

Advertorial

Raperda Lalu Lintas Bontang Masuk Konsultasi Publik, DPRD Bidik Solusi Kemacetan

Advertorial

Jalan Provinsi di Bontang Masih Rusak, Sahib Dorong Perbaikan hingga Perbatasan

Advertorial

DPRD Bontang Dorong Penguatan Pengawasan Pelajar, Tekankan Program Jam Belajar 19.00–21.00

Advertorial

Bukan Sekadar Lomba, Mission Challenge Badak LNG Satukan Warga Kompleks

Advertorial

Ketua DPRD Bontang Ajak Masyarakat dan Pelaku Usaha Sukseskan Sensus Ekonomi 2026