Home / Advertorial / Kaltim

Jumat, 1 Mei 2026 - 01:28 WIB

DPRD Samarinda Mengaku Tidak Tahu Soal Anggaran Sewa Mobil Dinas Andi Harun

Ketua Komisi I DPRD Samarinda, Samri Shaputra. (Bentangkaltim.com/ist).

Ketua Komisi I DPRD Samarinda, Samri Shaputra. (Bentangkaltim.com/ist).

Bentangkaltim.com, Samarinda – Ketua Komisi I DPRD Kota Samarinda, Samri Shaputra mengaku pihaknya tidak mengetahui secara rinci soal sewa menyewa mobil dinas Wali Kota Samarinda, Andi Harun per bulannya mencapi 160 juta dengan total 3 tahun terakhir dengan estimasi senilai Rp7,3 miliar.

“Soalnya tidak ada tercatat dalam buku APBD 2023, sehingga tidak ada pembahasan,” tutur Samri.

Sewa mobil jenis Land Rover Defender ini juga menuai polemik dikalangan warga Kota Tepian, meskipun saat ini Andi Harun telah memutuskan mobil tersebut telah dikembalikan.

Samri menjelaskan bahwa APBD yang dibahas dan disahkan oleh DPRD hanya memuat angka-angka global per program dan kegiatan, tanpa merinci setiap item belanja. Rincian tersebut baru tertuang dalam Rencana Kerja Anggaran (RKA) atau Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) masing-masing OPD, dokumen yang tidak masuk dalam kewenangan pembahasan di DPRD Samarinda.

Baca juga  Rasman Dorong Perhatian Kemenpora RI Terhadap PPLP Sebagai Wadah Pembinaan Atlet di Daerah

“Karena saya menegaskan bahwa memang tidak ada anggaran yang dibahas secara spesifik di dewan,” tegasnya.

Politisi PKS ini mendorong agar setiap kebijakan Pemkot Samarinda harus menyesuaikan kebutuhan masyarakat yang dianggap prioritas, bukan kebijakan yang hanya memfasilitasi para pejabat.

“Saya orang pertama yang akan mengevaluasi itu,” tutur Samri.

Meski demikian, Samri menegaskan bahwa ketidaktahuan tersebut tidak berarti DPRD diam saja. Justru ketika mencuat informasi adanya belanja yang tidak wajar seperti sewa mobil Rp160 juta per bulan, DPRD memiliki mekanisme pemanggilan untuk mengevaluasi OPD yang bersangkutan.

Diamenyebut saat ini sudah ada rencana pemanggilan pihak Sekretariat Pemerintah Kota Samarinda dalam rangka pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota, di mana rincian perencanaan anggaran akan dibuka dan ditelusuri lebih jauh.

Baca juga  Berhadiah Hingga 50 Juta, Dispora Kaltim Gelar Kejuaraan Sepakbola Piala Gubernur U13 dan U15

“Kalau ada kemungkinan seperti ini, kita panggil. Kenapa bisa ini? Kita periksa, kita ikuti prosesnya. Apakah sudah sesuai aturan atau ada yang dilanggar. Kalau ada maladministrasi, nanti kelihatan di RKA-nya. Begitulah pengawasan kita di situ,” jelasnya.

Samri juga mengkritisi logika pengadaan kendaraan khusus tamu tersebut. Ia mempertanyakan apakah tamu pemerintah kota datang setiap hari sehingga perlu menyewa kendaraan secara bulanan dengan nilai yang sangat besar. Menurutnya, jauh lebih efisien jika sewa kendaraan dilakukan secara insidental sesuai kebutuhan, bukan kontrak bulanan. Ia pun menyinggung bahwa dengan nilai Rp160 juta per bulan, pemerintah kota bisa mencicil pembelian kendaraan baru setiap bulannya, sebuah paradoks yang menurutnya tidak masuk akal secara prinsip tata kelola keuangan daerah yang baik. (rya/adv)

Share :

Baca Juga

Kaltim

Menjelang Tenggat, Polemik Tahura Bukit Soeharto Kian Menghangat

Kaltim

Isu Nepotisme hingga Lingkungan, Ribuan Massa Siap Turun ke Jalan di Kaltim

Kaltim

Mal Lembuswana di Ujung Masa HGB, Pemprov Kaltim Siapkan Langkah Strategis

Kaltim

Anggaran Renovasi Rp25 Miliar Disorot, Pemprov Kaltim Beri Klarifikasi

Kaltim

Isu Ambulans Rp9 Miliar di Kutim, Ini Fakta Sebenarnya

Kaltim

PAD Kaltim Terancam Tak Capai Target, Sejumlah Faktor Jadi Pemicu

Kaltim

Kukar Matangkan Persiapan MTQH Kaltim 2026, 13 Lokasi Lomba Disiapkan

Advertorial

Berbagi Berkah Ramadhan 2026, Citimall Bontang Ajak 50 Anak Yatim Piatu Wisata ke Mall