Home / Advertorial / Kaltim

Minggu, 23 November 2025 - 18:44 WIB

Kenyamukan: Sudut Laut Sangatta yang Mendadak Jadi Ruang Publik Favorit Warga

Bentangkaltim.com, KUTAI TIMUR – Suasana di kawasan Pelabuhan Kenyamukan kini jauh dari kesan area yang terbengkalai.

Walaupun pelabuhan tersebut belum resmi digunakan, masyarakat Kutai Timur justru menjadikannya tempat rekreasi baru, tetapi setiap hari, lokasi ini dipadati warga yang datang untuk memancing, berjualan makanan, atau sekadar menikmati udara laut yang segar.

Menariknya, keramaian ini bukan dianggap sebagai gangguan oleh pemerintah daerah, Wakil Bupati Kutai Timur, Mahyunadi, menyampaikan bahwa pemanfaatan sementara kawasan tersebut merupakan hal yang wajar.

“Selama belum difungsikan sebagai pelabuhan, tidak apa-apa kalau masyarakat memanfaatkannya,” tuturnya, Minggu (23/11/2025).

Dikenal berada di Kecamatan Sangatta Utara, pelabuhan ini sebenarnya digadang-gadang sebagai titik strategis bagi perkembangan ekonomi daerah.

Baca juga  Dulu Jadi Komandan Tim 17 Paskibraka Bontang, Alfin Kini Hadir dalam Upacara HUT RI ke-79 Sebagai Legislator

Akses menuju lokasi pun sudah terbangun dengan baik salah satunya jalan menuju area pelabuhan yang lebar dan mulus, ditambah dengan penerangan yang cukup, membuat warga merasa aman beraktivitas bahkan hingga malam hari.

Bagian yang paling diminati pengunjung adalah jalur yang menjorok ke laut, dimana lokasi tersebut menjadi magnet bagi para pemancing sekaligus penikmat senja.

Banyak keluarga memilih duduk santai sambil menikmati embusan angin yang datang dari laut lepas.

Meski demikian, Mahyunadi mengingatkan bahwa area ini bukan hanya diperuntukkan sebagai ruang publik. Pemerintah masih membutuhkan sejumlah pengembangan infrastruktur penting sebelum pelabuhan benar-benar bisa beroperasi.

Di antaranya pembangunan kantor operasional, terminal penumpang, kantor Polairud, gudang penyimpanan, hingga penyediaan sumber air bersih yang memadai.

Baca juga  Dukung Kesetaraan Bagi Disabilitas, Pupuk Kaltim Dorong Penguatan Pendidikan Inklusi di Kota Bontang

Ia menjelaskan bahwa beberapa pembangunan belum dapat dilanjutkan akibat penyesuaian anggaran daerah tahun 2025. “Ada banyak pekerjaan lanjutan, tetapi karena efisiensi APBD, belum semuanya bisa dikerjakan,” jelasnya.

Untuk sementara, masyarakat dipersilakan menikmati kawasan tersebut tanpa pembatasan.

Namun Mahyunadi menegaskan bahwa ketika pelabuhan sudah memasuki tahap operasional, aturan penggunaan wilayah tentu akan berubah.

Area publik yang saat ini bebas dimasuki nantinya harus disesuaikan dengan kebutuhan pelabuhan.

Kenyamukan mungkin belum menjalankan fungsi aslinya, tetapi keberadaannya sudah memberi ruang pertemuan baru bagi warga dan tempat yang sederhana namun ramai oleh aktivitas, cerita, dan pemandangan laut yang menenangkan.(ADV)

Share :

Baca Juga

Advertorial

DPRD Bontang Ingatkan Pos Damkar Bontang Kuala Tidak Berakhir Jadi Aset Terbengkalai

Advertorial

DPRD Bontang Minta ASN Taat Aturan Absensi dan Hindari Manipulasi Lokasi

Advertorial

DPRD Bontang Minta Dasar Hukum Penggunaan Aset Pemkot untuk Koperasi Merah Putih Diperjelas dalam Raperda BMD

Advertorial

DPRD Samarinda Dorong Pemanfaatan Sampah jadi Energi Listrik

Advertorial

DPRD Bontang Soroti Ketersediaan Material Pembangunan, Isu Galian C Jadi Perhatian dalam Pembahasan RTRW

Advertorial

Dukung Kesetaraan Bagi Disabilitas, Pupuk Kaltim Dorong Penguatan Pendidikan Inklusi di Kota Bontang

Advertorial

DPRD Cermati Status Lahan Wana Tirta, Jangan Sampai RTRW Timbulkan Masalah Baru

Advertorial

Helmi Pastikan DPRD Samarinda Bantu Kegiatan GMKI Tapi Sesuaikan Kemampuan Anggaran