Home / Advertorial / Kaltim

Minggu, 18 Oktober 2026 - 12:24 WIB

DPRD Samarinda Sebut Momen Kemarau Harus Dimanfaatkan Pembenahan Sejumlah Infrastruktur Sebelum Musim Hujan Tiba

Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Abdul Rohim. (Bentangkaltim.com/ist).

Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Abdul Rohim. (Bentangkaltim.com/ist).

Bentangkaltim.com, Samarinda – Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Abdul Rohim mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) untuk memanfaatkan musim kemarau secara optimal terhadap percepatan pembenahan infrastruktur perkotaan.

Rohim meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk mengeksekusi pengerukan sedimentasi, perbaikan elevasi saluran, serta penataan drainase secara serentak sebelum memasuki puncak musim hujan.

“Memanfaatkan musim kemarau ini sebagai langkah responsif untuk memastikan seluruh jaringan saluran air, termasuk kolam retensi pengendali banjir, berfungsi penuh tanpa hambatan saat intensitas hujan meningkat di penghujung tahun saat musim hujan turun nanti,” ungkap Rohim.

Dia menilai kondisi saat ini masih kemarau, ini adalah momentum terbaik bagi Pemkot untuk membenahi dan menuntaskan infrastruktur yang berpotensi memicu banjir.

Baca juga  Ketua Komisi IV DPRD Samarinda Minta Polemik Dapur MBG Diselesaikan Secara Clear and Clean

Diantara yang perlu diperhatikan sebut Rohim adalah soal alokasi anggaran pemeliharaan drainase. Pengerukan sedimentasi lumpur, pembersihan sampah, serta koreksi elevasi saluran ke arah titik pembuangan akhir (sungai) menjadi agenda prioritas yang harus dituntaskan hingga akhir tahun 2026 ini.

“Sehingga saat musim hujan tiba, semua saluran sudah beres, dan tentu mengurangi genangan dan potensi banjir,” pungkasnya.

Selain itu kata Rohim, instansi terkait juga fokus integrasi drainase berada di kawasan Sempaja, di mana air dari kolam retensi disiapkan mengalir lancar menuju drainase utama di Jalan PM Noor hingga mencapai sungai tanpa adanya hambatan elevasi.

“Karena itu hasil dari tinjauan kami di Komisi III DPRD Samarinda maka perlu dibereskan,” tegasnya.

Baca juga  Spanyol Menggila, Grup G dan H Piala Dunia 2026 Dipenuhi Persaingan Ketat

Di samping pembenahan fisik di hilir, Komisi III DPRD Samarinda juga menyoroti pentingnya penguatan regulasi di hulu untuk menjaga keseimbangan ekosistem kota. Pengendalian alih fungsi lahan dan perlindungan daerah resapan air menjadi kunci utama agar kapasitas drainase kota tetap mampu menampung debit air secara ideal.

“Selain pengerukan dan koreksi saluran, pemerintah daerah harus memperketat pengendalian tata ruang serta berani mengkaji moratorium terhadap pembukaan lahan atau pemotongan bukit yang merusak daerah resapan air,” tegasnya.

Sebagai informasi, berdasarkan prediksi BMKG, musim hujan akan mulai memasuki Kaltim pada November 2026 dan memuncak di Desember hingga Januari 2027. (ard/lal/adv)

Share :

Baca Juga

Advertorial

Dampak Karhutla Lebih Terasa, Celni Dorong Pemerintah Pusat Naikan Status jadi Bencana Nasional

Advertorial

DPRD Samarinda Dukung Pelibatan UMKM di Teras Samarinda Tahap II, Tekankan Pentingnya Kualitas Produk

Advertorial

DPRD Samarinda Kembali Gelar RDP Bahas Kompensasi Lahan Jalan Tembusan Sambutan–Merdeka

Advertorial

Anggota DPRD Samarinda Edukasi Warga Soal Mekanisme Realisasi Usulan dalam Reses

Advertorial

Komisi IV DPRD Samarinda Soroti Gaji Guru TK/PAUD Belum jadi Perhatian Pemerintah

Advertorial

Banyak Warga Ikut Terdampak Pembangunan Hotel di Kelurahan SPD, DPRD Samarinda Bakal Panggil Instansi Terkait

Advertorial

Pembebasan Lahan Berujung Bermasalah, DPRD Samarinda Minta PUPR Selesaikan Administrasi Sebelum Proyek Dijalankan

Advertorial

Seorang Anak Jatuh dari Hotel, DPRD Samarinda Minta Fasilitas Pengamanan Harus Dievaluasi Sesuai Standar