Home / Advertorial / Bontang

Minggu, 27 September 2026 - 09:04 WIB

Fraksi ADB Minta Penyertaan Modal BUMD Bontang Beri Manfaat Terukur dan Dividen Jelas

Dokumen pandangan Fraksi ADB DPRD Bontang atas Raperda APBD 2027 diserahkan kepada unsur pimpinan. (Bentangkaltim.com/asr)

Dokumen pandangan Fraksi ADB DPRD Bontang atas Raperda APBD 2027 diserahkan kepada unsur pimpinan. (Bentangkaltim.com/asr)

Bentangkaltim.com, Bontang – Fraksi Amanat Demokrat Bergelora (ADB) DPRD Bontang meminta Pemerintah Kota Bontang mengevaluasi penyertaan modal daerah pada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) maupun lembaga keuangan. Investasi menggunakan uang daerah tersebut dinilai harus memberikan manfaat yang dapat diukur, termasuk kontribusi terhadap pendapatan daerah melalui dividen.

Wakil Ketua Fraksi ADB DPRD Bontang, Sumardi, mengatakan penyertaan modal pemerintah daerah tidak cukup hanya dilihat dari besarnya nilai investasi. Kinerja investasi dan manfaat fiskalnya juga perlu menjadi bagian dari evaluasi.

“Penyertaan modal Pemerintah Kota pada BUMD maupun lembaga keuangan harus memberikan manfaat yang terukur bagi daerah,” kata Sumardi dalam pandangan umum Fraksi ADB terhadap RAPBD Bontang 2027, Senin (21/9).

Menurutnya, pemerintah perlu menyampaikan perkembangan nilai penyertaan modal, kinerja investasi, serta kontribusinya terhadap Pendapatan Daerah. Salah satu indikator yang perlu diperhatikan ialah penerimaan dividen.

Baca juga  Pemkot Bontang Dorong Kerjasama Antar Instansi Dalam Upaya Penanggulangan Angka Kemiskinan

Fraksi ADB juga secara khusus meminta adanya evaluasi terhadap penyertaan modal Kota Bontang pada Bank Kaltimtara. Evaluasi tersebut diperlukan untuk melihat hubungan antara besarnya investasi daerah dengan manfaat fiskal yang diterima pemerintah.

“Perlu dilakukan evaluasi terhadap penyertaan modal Kota Bontang pada Bank Kaltimtara, sehingga dapat diketahui secara objektif hubungan antara besarnya investasi daerah dengan manfaat fiskal yang diterima,” ujarnya.

Sumardi menegaskan setiap penyertaan modal daerah perlu dinilai berdasarkan sejumlah indikator. Di antaranya kinerja, tingkat pengembalian investasi, kontribusi terhadap PAD, serta manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Hal tersebut menjadi penting di tengah kondisi fiskal Kota Bontang yang semakin terbatas. Dalam RAPBD 2027, pendapatan daerah direncanakan sekitar Rp1,953 triliun, sementara belanja mencapai Rp2,003 triliun. Kondisi tersebut membuat pemerintah dituntut lebih selektif dalam mengelola keuangan daerah.

Fraksi ADB sebelumnya juga menyoroti struktur pendapatan Bontang yang masih cukup bergantung pada transfer. Pendapatan transfer dalam RAPBD 2027 direncanakan sekitar Rp1,534 triliun atau 78,55 persen dari total pendapatan.

Baca juga  Rupiah Melemah, Prabowo Tetap Optimistis Ekonomi Indonesia Kuat

Karena itu, peningkatan kinerja BUMD dinilai dapat menjadi salah satu bagian dari upaya memperkuat sumber pendapatan daerah. Namun, Sumardi menekankan investasi daerah harus memiliki ukuran keberhasilan yang jelas.

“Setiap penyertaan modal daerah dievaluasi berdasarkan kinerja, tingkat pengembalian, kontribusi terhadap PAD dan manfaat ekonominya bagi masyarakat,” tegasnya.

Fraksi ADB berharap pembahasan RAPBD 2027 tidak hanya melihat penyertaan modal dari sisi pengeluaran daerah. Pemerintah juga diminta memastikan investasi tersebut mampu memberikan hasil yang sebanding dan manfaat nyata bagi masyarakat Bontang.

Catatan mengenai penyertaan modal dan dividen ini menjadi salah satu poin yang disampaikan Fraksi ADB dalam pandangan umum terhadap RAPBD Kota Bontang Tahun Anggaran 2027.(ASR/ADV DPRD BONTANG)

Share :

Baca Juga

Advertorial

Kembali Duduk di DPRD Bontang, Sudiyo Siap Perjuangkan Aspirasi Warga Bontang Selatan

Advertorial

Sudiyo Langsung Duduki Kursi Strategis di DPRD Bontang, Jadi Sekretaris Komisi C dan Anggota Bamus

Advertorial

Sudiyo Resmi Duduki Slot Kursi DPRD Bontang, Gantikan Almarhum Maming

Advertorial

DPRD Bontang Libatkan Perusahaan Industri Susun Raperda Penanggulangan Bencana, Sumardi Minta Masukan Ahli Safety

Advertorial

Ridwan Soroti Potensi PAD dari Aset Pemkot Bontang yang Dikelola PT BME

Advertorial

DPRD Bontang Bahas Penyertaan Modal Rp12,7 Miliar ke BME, Ternyata Bukan Suntikan Dana Baru

Advertorial

DPRD Bontang Buka Peluang Industri Beri Masukan Raperda Penanggulangan Bencana

Advertorial

DPRD Bontang Libatkan PKT dan Badak LNG dalam Penyusunan Perda Penanggulangan Bencana Kawasan Industri