Bentangkaltim, Bontang- Tragedi pilu menyelimuti sebuah rumah di Jalan Gotong Royong, RT 49, Kelurahan Belimbing, Kecamatan Bontang Barat, Jumat (25/7/2025). Seorang perempuan muda berinisial EP (24) ditemukan tak bernyawa dalam posisi tergantung, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan tetangganya.
Kapolsek Bontang Barat, IPTU Hadi Esmulyo menuturkan, sebelum peristiwa tragis itu, EP sempat mengeluhkan nyeri di beberapa bagian tubuh—kepala, leher, hingga kaki. Sang korban bahkan sempat berinisiatif memeriksakan diri ke Unit Gawat Darurat RSUD Taman Husada sekitar pukul 13.00 WITA, hanya beberapa jam sebelum ajal menjemputnya.
“Korban mengaku merasa sakit pada tubuhnya. Sepulang dari rumah sakit, ia masuk kamar. Tak lama, adiknya mendapati EP sudah dalam keadaan tergantung menggunakan sprei,” jelas Iptu Hadi pada Sabtu (26/7/2025).
Dari hasil penyelidikan, diketahui EP biasa mengonsumsi tiga jenis obat yang umumnya diresepkan untuk pasien dengan gangguan jiwa dan depresi berat—risperidone, quetiapine, dan amarox. Keluarga mengakui, EP sempat beberapa kali mengutarakan keinginannya untuk mengakhiri hidup.
Sayangnya, isyarat tersebut luput dari perhatian orang-orang terdekat. Ketika tragedi itu terjadi, sang adik dan seorang saksi lain tengah asyik bermain ponsel, tak menyadari apa yang sedang dialami EP.
“Kejadian ini menjadi pelajaran penting bagi kita semua. Kesehatan mental sama berharganya dengan kesehatan fisik. Tidak selamanya seseorang yang tampak baik-baik saja sedang dalam kondisi yang benar-benar stabil secara batin,” pesan Hadi.
Pihak keluarga menerima dengan lapang dada jika jenazah EP harus menjalani proses visum dan otopsi di RSUD Taman Husada, demi kepentingan penyelidikan lebih lanjut. Penanganan kasus ini pun masih terus berlanjut di tangan pihak berwenang. (bai)










