Home / Advertorial / Bontang

Rabu, 1 Juli 2026 - 20:26 WIB

Komisi A DPRD Bontang Nilai Penundaan RS Tipe D Langkah Realistis di Tengah Tekanan Fiskal

Lanjutan penyempurnaan bangunan RS Tipe D batal dilakukan tahun ini. (Bentangkaltim.com/asr)

Lanjutan penyempurnaan bangunan RS Tipe D batal dilakukan tahun ini. (Bentangkaltim.com/asr)

Bentangkaltim.com, Bontang – Kondisi keuangan daerah yang belum stabil menjadi salah satu pertimbangan ditundanya pembangunan rumah sakit baru di Kota Bontang. DPRD Bontang menilai keputusan tersebut merupakan langkah realistis selama pemerintah tetap melanjutkan proses persiapan proyek.

Wakil Ketua Komisi A DPRD Bontang Ubayya Bengawan mengatakan pembangunan infrastruktur berskala besar harus disesuaikan dengan kemampuan fiskal daerah agar tidak mengganggu program prioritas lainnya.

Menurutnya, penundaan bukan berarti proyek dibatalkan, melainkan dilakukan agar pelaksanaannya lebih matang ketika kondisi keuangan daerah sudah memungkinkan. “Kalau memang kondisi keuangan daerah sedang turun, tentu itu menjadi pertimbangan yang matang. Kami bisa memahami keputusan tersebut karena harus melihat kemampuan fiskal yang ada,” katanya.

Ubayya menjelaskan, DPRD akan terus memantau perkembangan rencana pembangunan rumah sakit tersebut, termasuk berbagai kajian yang sedang disiapkan pemerintah.

Baca juga  Mal Lembuswana di Ujung Masa HGB, Pemprov Kaltim Siapkan Langkah Strategis

Ia menambahkan, konsep pelayanan rumah sakit nantinya akan mengikuti hasil kajian teknis yang disusun pemerintah daerah. Karena itu, DPRD belum ingin berspekulasi mengenai jenis layanan spesialis yang akan dikembangkan.

“Bangun dulu rumah sakitnya. Nanti pemerintah tentu akan melakukan kajian mengenai pelayanan yang akan diberikan sesuai kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Menurut Ubayya, perkembangan regulasi sektor kesehatan juga menjadi bagian yang perlu diperhatikan dalam penyusunan rencana pembangunan. Pemerintah harus memastikan fasilitas yang dibangun nantinya mampu menyesuaikan dengan kebijakan pelayanan kesehatan terbaru.

Sebagai mitra kerja pemerintah, Komisi A DPRD Bontang akan mengawal seluruh tahapan pembangunan hingga target realisasi pada tahun 2027.

Pengawasan tersebut, kata dia, tidak hanya menyangkut pembangunan fisik, tetapi juga mencakup penyelesaian perizinan, kajian teknis, hingga kesiapan pelayanan ketika rumah sakit mulai beroperasi.

Baca juga  Pelindo Regional 4 Bontang Laksanakan Program Penanaman Pohon Dalam Rangka Hari Lingkungan Hidup Sedunia

“Kami akan terus mengawal prosesnya sampai selesai. Harapannya, ketika kondisi fiskal membaik, seluruh persiapan sudah lengkap sehingga pembangunan bisa langsung berjalan,” tegasnya.

Ubayya berharap momentum penundaan dimanfaatkan pemerintah untuk menyempurnakan seluruh dokumen pendukung. Dengan begitu, proyek pembangunan rumah sakit tidak kembali mengalami hambatan administrasi ketika memasuki tahap pelaksanaan.

Ia menilai langkah tersebut menjadi strategi yang tepat agar pembangunan fasilitas kesehatan baru di Kota Bontang dapat terealisasi sesuai rencana dan mampu meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat di masa mendatang. Diketahui sebelumnya Pemkot Bontang menganggarkan untuk proyek ini sebesar Rp46 miliar. (Asr/ADV DPRD Bontang)

Share :

Baca Juga

Bontang

Kecelakaan Tunggal di Depan Gapura BSD, 2 Orang Korban Diduga Mabuk

Bontang

Truk Terguling di Jalan Bontang–Samarinda, Arus Lalu Lintas Lumpuh

Bontang

Damkar Bontang Padamkan Kebakaran Lahan Dua Hari Berturut-turut di Bontang Lestari

Bontang

BMKG dan Polres Bontang Imbau Masyarakat Waspada Karhutla Juli–Agustus 2026

Bontang

Ramai Pedagang Bendera Jelang Hari Kemerdekaan RI, Umbul-Umbul Paling Sering Diborong

Bontang

Polres Bontang Tanggapi Soal ETLE Mobile: Bukan Mengintai, tapi Menjaga Keselamatan

Bontang

Umar Tanatta, Mantan Ketua DPRD Tutup Usia

Bontang

Rincian TKP Pengungkapan Narkoba Selama Operasi Antik Mahakam 2026: Kasus Terbanyak di Bontang Selatan