Bentangkaltim.com, Bontang – Kondisi keuangan daerah yang belum stabil menjadi salah satu pertimbangan ditundanya pembangunan rumah sakit baru di Kota Bontang. DPRD Bontang menilai keputusan tersebut merupakan langkah realistis selama pemerintah tetap melanjutkan proses persiapan proyek.
Wakil Ketua Komisi A DPRD Bontang Ubayya Bengawan mengatakan pembangunan infrastruktur berskala besar harus disesuaikan dengan kemampuan fiskal daerah agar tidak mengganggu program prioritas lainnya.
Menurutnya, penundaan bukan berarti proyek dibatalkan, melainkan dilakukan agar pelaksanaannya lebih matang ketika kondisi keuangan daerah sudah memungkinkan. “Kalau memang kondisi keuangan daerah sedang turun, tentu itu menjadi pertimbangan yang matang. Kami bisa memahami keputusan tersebut karena harus melihat kemampuan fiskal yang ada,” katanya.
Ubayya menjelaskan, DPRD akan terus memantau perkembangan rencana pembangunan rumah sakit tersebut, termasuk berbagai kajian yang sedang disiapkan pemerintah.
Ia menambahkan, konsep pelayanan rumah sakit nantinya akan mengikuti hasil kajian teknis yang disusun pemerintah daerah. Karena itu, DPRD belum ingin berspekulasi mengenai jenis layanan spesialis yang akan dikembangkan.
“Bangun dulu rumah sakitnya. Nanti pemerintah tentu akan melakukan kajian mengenai pelayanan yang akan diberikan sesuai kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Menurut Ubayya, perkembangan regulasi sektor kesehatan juga menjadi bagian yang perlu diperhatikan dalam penyusunan rencana pembangunan. Pemerintah harus memastikan fasilitas yang dibangun nantinya mampu menyesuaikan dengan kebijakan pelayanan kesehatan terbaru.
Sebagai mitra kerja pemerintah, Komisi A DPRD Bontang akan mengawal seluruh tahapan pembangunan hingga target realisasi pada tahun 2027.
Pengawasan tersebut, kata dia, tidak hanya menyangkut pembangunan fisik, tetapi juga mencakup penyelesaian perizinan, kajian teknis, hingga kesiapan pelayanan ketika rumah sakit mulai beroperasi.
“Kami akan terus mengawal prosesnya sampai selesai. Harapannya, ketika kondisi fiskal membaik, seluruh persiapan sudah lengkap sehingga pembangunan bisa langsung berjalan,” tegasnya.
Ubayya berharap momentum penundaan dimanfaatkan pemerintah untuk menyempurnakan seluruh dokumen pendukung. Dengan begitu, proyek pembangunan rumah sakit tidak kembali mengalami hambatan administrasi ketika memasuki tahap pelaksanaan.
Ia menilai langkah tersebut menjadi strategi yang tepat agar pembangunan fasilitas kesehatan baru di Kota Bontang dapat terealisasi sesuai rencana dan mampu meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat di masa mendatang. Diketahui sebelumnya Pemkot Bontang menganggarkan untuk proyek ini sebesar Rp46 miliar. (Asr/ADV DPRD Bontang)









