Home / Advertorial / Kaltim

Selasa, 11 November 2025 - 15:29 WIB

Kutim Tetapkan Tiga Kecamatan sebagai Sentra Padi, Potensi Lahan Capai 1.600 Hektare

Bentangkaltim.com, KUTAI TIMUR – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) resmi menetapkan tiga kecamatan sebagai sentra utama produksi padi.

Ketiganya yakni Kongbeng, Kaubun, dan Long Mesangat, dengan total potensi lahan mencapai 1.600 hektare.

Keputusan ini diambil setelah dilakukan evaluasi teknis terhadap ketersediaan irigasi, sumber air, dan tingkat produktivitas lahan pada wilayah tersebut.

Kepala Bidang Tanaman Pangan DTPHP Kutim, Dessy Wahyu Fitrisia, menjelaskan bahwa penetapan ini merupakan bagian dari strategi peningkatan produksi pangan daerah.

“Tiga kecamatan ini memang memiliki keunggulan dari segi luas lahan dan dukungan jaringan irigasi. Itu menjadi dasar penetapannya sebagai sentra,” ujar Dessy.

Ia menambahkan bahwa sentra produksi padi perlu ditetapkan untuk memperkuat arah kebijakan pembangunan pertanian di Kutim.

Baca juga  MPLS SDN 001 Bontang Selatan Digelar Dua Pekan, Kepsek : Bangun Keakraban dan Percaya Diri Siswa Baru

Menurutnya, kapasitas produksi akan lebih mudah dikontrol apabila lokasi yang dioptimalkan berada pada wilayah yang sudah memiliki fondasi kuat.

Di Kongbeng, potensi lahan diperkirakan mencapai 500 hektare, dengan sekitar 400 hektare telah digarap secara aktif. Lahan tersebut telah lama menjadi pusat kegiatan pertanian warga karena aliran air irigasi yang stabil sepanjang tahun.

Selanjutnya, Kaubun tercatat memiliki potensi hampir 700 hektare. Dari jumlah tersebut, sekitar 600 hektare telah dimanfaatkan secara konsisten. Produktivitasnya disebut cukup stabil, terutama karena sebagian besar petani telah menerapkan pola tanam yang berkelanjutan.

Sementara itu, Long Mesangat memiliki potensi sekitar 400 hektare. Namun, baru 165 hektare yang aktif ditanami. Pemerintah daerah berencana meningkatkan pemanfaatan lahan melalui program optimalisasi lahan pertanian di kawasan tersebut.

Baca juga  Komisi IV DPRD Samarinda Bakal Evaluasi Sistem SPMB hingga Tinjau Puskesmas

Dessy menegaskan bahwa penambahan luasan tanam di Long Mesangat menjadi salah satu prioritas pemerintah. “Long Mesangat masuk dalam program Optimalisasi Lahan Pertanian (OPLAH) dan kami menargetkan lebih dari 250 hektare dapat diaktifkan kembali,” jelasnya.

Dengan penetapan tiga sentra tersebut, pemerintah berharap produktivitas padi Kutim dapat meningkat secara signifikan pada dua tahun mendatang. Seluruh program pendukung seperti penyediaan bibit unggul, bantuan alat mekanisasi, dan perbaikan irigasi diproyeksikan terus diperkuat.

Dessy optimistis langkah ini akan berdampak langsung pada ketahanan pangan daerah. Ia mengatakan,

“Kami ingin memastikan Kutim berada dalam posisi yang kuat dalam produksi beras lokal. Ini langkah strategis untuk masa depan.”(ADV)

Share :

Baca Juga

Advertorial

Banyak Kasus Bunuh Diri Lompat dari Jembatan, DPRD Samarinda Bangun Pagar Upaya Pencegahan

Advertorial

Komisi II DPRD Samarinda Kritisi Pembangunan Pasar Pagi Gedung Mewah Tapi Sepi Pembeli

Advertorial

DPRD Samarinda Ingin Tambahkan Anggaran Dinsos hingga Minta Data DTKS Diperbaharui

Advertorial

Ketua DPRD Samarinda Dorong Event Job Fair Terus Digerlar, Upaya Jembatani Perusahaan dan Pebcari Kerja hingga Tekan Angka Pengangguran

Advertorial

DPRD Samarinda Minta Satpol PP dan Dinsos Kolaborasi Tindak Gepeng dan Anjal yang Kerap Nongkrong di Lampu Merah Perkotaan

Advertorial

Ketua Komisi IV DPRD Samarinda Minta Nakes Bermasalah di RSUD AI Moeis Dievaluasi

Advertorial

Ketua DPRD Samarinda Apresiasi Perumda Tirta Kencana Hasilkan Produk AMKD Samaqua, Dinilai Peluang Ekonomi Baru di Kota Tepian

Advertorial

Komisi IV DPRD Samarinda Minta Mata Rantai Anjal Gepe Diputus, Bukan Sekadar Dibina