Home / Advertorial / Kaltim

Jumat, 28 November 2025 - 13:46 WIB

Layanan Spesialis Dihadirkan Hingga Daerah, Kutim Serius Kendalikan Penyakit ISPA

Bentangkaltim.com, KUTAI TIMUR – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus mengambil langkah strategis guna menekan prevalensi penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) yang hingga kini masih mendominasi daftar kunjungan pasien.

Salah satu strategi utama adalah menghadirkan layanan dokter spesialis hingga ke wilayah-wilayah yang sebelumnya sulit menjangkau pelayanan kesehatan lanjutan.

Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutim, Sumarno, mengungkapkan bahwa penyebaran layanan spesialis dilatarbelakangi kebutuhan masyarakat yang membutuhkan pemeriksaan lanjutan namun terkendala jarak.

“Kami berupaya agar masyarakat di daerah tidak lagi kesulitan mengakses dokter spesialis. Negara harus hadir sampai ke titik paling jauh,” tegasnya, Jumat (28/11/2025).

Dinkes kini menghadirkan dokter spesialis anak dan dokter spesialis penyakit dalam untuk memberikan penanganan komprehensif pada pasien ISPA maupun penyakit lain yang memerlukan evaluasi mendalam.

Baca juga  Muhammad Sahib Prihatin Kasus Narkoba di Bontang Semakin Marak

Layanan ini dilakukan secara terjadwal dengan memprioritaskan daerah yang kasus pernapasannya cukup tinggi.

Sumarno menyebutkan bahwa ISPA masih sering dijumpai karena paparan debu akibat aktivitas pertambangan dan perubahan cuaca ekstrem yang menyebabkan daya tahan tubuh masyarakat turun drastis.

Pola hidup dan lingkungan kerja masyarakat menjadi faktor yang memperbesar risiko gangguan pernapasan.

Selain menghadirkan layanan spesialis, pemerintah juga menggencarkan program edukasi kesehatan mengenai pencegahan ISPA berbasis keluarga dan lingkungan.

Edukasi tersebut menyoroti pentingnya kebersihan diri, peningkatan konsumsi gizi, serta kewaspadaan terhadap gejala awal penyakit.

Baca juga  Sangatta Belum Macet, Tapi Dishub Soroti Hambatan yang Kian Sering Terjadi

“Masyarakat perlu menyadari bahwa pencegahan adalah pertahanan pertama. Pola hidup sehat akan sangat membantu mengendalikan situasi,” jelas Sumarno.

Dinkes Kutim menekankan bahwa strategi penanganan tidak hanya fokus pada fasilitas kesehatan pusat, tetapi dilakukan secara merata hingga desa dan kecamatan.

Keterlibatan kader kesehatan desa dan Posyandu menjadi bagian penting untuk mendeteksi gejala awal ISPA serta memberikan penyuluhan kepada warga.

Untuk mendukung keberlanjutan layanan, pemerintah daerah juga menyiapkan mekanisme monitoring dan evaluasi berkala agar pelayanan spesialis yang digulirkan tepat sasaran dan sesuai kebutuhan daerah.

Pemerintah daerah berharap percepatan penanganan ini berdampak positif terhadap peningkatan kualitas kesehatan masyarakat secara menyeluruh.(ADV)

Share :

Baca Juga

Advertorial

Regenerasi Atlet Bulutangkis Berprestasi, Pupuk Kaltim Hadirkan Sirnas C Open 2026

Kaltim

Pemkab PPU Siapkan Anggaran Rp4,3 Miliar untuk Bantu Pendidikan Ribuan Siswa Baru

Advertorial

DPRD Samarinda Kawal 31 Siswa yang Belum Dapat Sekolah Negeri

Advertorial

DPRD Samarinda Ajak Masyarakat Peduli Terhadap Kelestarian Lingkungan Sekitar Dimulai dari Pengelolaan Sampah dari Rumah

Advertorial

Ketua Komisi II DPRD Samarinda Khawatir Harga BBM Naik Picu Inflasi

Advertorial

49 Jiwa Terdampak Kebakaran di Loa Janan Ilir, Ketua DPRD Samarinda Desak Pemkot Segera Lakukan Perbaikan

Advertorial

Komisi III DPRD Samarinda Bakal Panggil OPD Soal Lampu Mahkota II Mati

Advertorial

DPRD Samarinda Desak Pemerintah Perlunak Syarat SHM untuk Bangun Rumah Bagi Masyarakat Kurang Mampu