Bentangkaltim, Jakarta – Prabowo Subianto kini berada di persimpangan jalan, menghadapi pilihan krusial yang akan menentukan arah pemerintahannya. Akankah ia terus melaju dengan “ban peninggalan Jokowi” yang berpotensi membuatnya tergelincir, atau berani menggantinya demi perjalanan yang lebih mulus?
Said Didu, dalam sebuah diskusi bersama Refly Harun, mengungkapkan bahwa Prabowo tengah berada dalam fase penentuan. Menurutnya, Prabowo harus segera mengambil langkah tegas untuk menyelamatkan negara.
“Kalau Bapak lanjutkan dengan memakai bannya Jokowi, maka pasti Bapak jatuh,” tegas Said Didu.
Namun, ada secercah harapan. Said Didu melihat sinyal positif bahwa Prabowo mulai menyadari situasi ini dan menunjukkan keinginan untuk berubah.
“Saya melihat ada tanda-tanda dia menyadari, untuk menyelamatkan negara ini. Kelihatannya beliau sudah menggunakan telinganya, sehingga memanggil beberapa unsur untuk didengarkan langsung,” ungkapnya.
Salah satu indikasi perubahan ini adalah semakin menonjolnya peran Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Pertahanan, dalam penanganan krisis nasional. Didu bahkan menyebut Sjafrie telah menggantikan peran Menkopolhukam Budi Gunawan (BG).
“Setelah Prabowo menyadari, akhirnya dimunculkanlah Sjafrie Sjamsoeddin di sidang kabinet tanggal 30,” kata Said Didu.
Langkah ini, meski dianggap janggal secara struktural, terbukti efektif meredam eskalasi publik.
Selain itu, Said Didu juga menekankan pentingnya Prabowo melepaskan diri dari “SOP” – Solo Oligarki Parcok – yang dianggap sebagai simbol dominasi rezim sebelumnya.
“Pak Prabowo harus lepas dari geng SOP, Solo Oligarki Parcok,” tegasnya.
Menurutnya, publik akan kembali percaya pada Prabowo jika ia berani membersihkan kabinet dari aktor-aktor yang terafiliasi dengan kelompok tersebut.
Sebagai langkah awal, Prabowo melakukan reshuffle kabinet yang cukup mengejutkan. Lima menteri resmi dicopot dari jabatannya, termasuk nama-nama penting yang selama ini dianggap bagian dari “ban lama”.
Berikut daftar perubahan yang terjadi:
1. Sri Mulyani Indrawati lengser dari kursi Menteri Keuangan, digantikan oleh Purbaya Yudhi Sadewa.
2. Budi Gunawan diberhentikan dari jabatan Menkopolhukam. Sjafrie Sjamsoeddin disebut-sebut akan merangkap posisi ini.
3. Budi Arie Setiadi tak lagi menjabat sebagai Menteri Koperasi dan UKM, posisinya digantikan oleh Ferry Juliantono.
4. Abdul Kadir Karding diganti dari Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia oleh Mukhtaruddin.
5. Pembentukan Kementerian Haji dan Umrah yang baru, dipimpin oleh Muhammad Irfan Yusuf sebagai Menteri dan Dahnil Anzar Simanjuntak sebagai Wakil Menteri.
Said Didu meyakini bahwa langkah-langkah ini adalah awal dari “penyegaran total” yang akan menyelamatkan pemerintahan Prabowo.
“Kalau Pak Prabowo mulai membuang itu, kelihatannya publik mulai timbul lagi kepercayaan,” pungkasnya. (bai)










