Home / Advertorial / Kaltim

Kamis, 13 November 2025 - 10:28 WIB

Pemkab Kutim Fokus Revitalisasi Polder Ilham Maulana, Pengelolaan Terpadu Segera Dibentuk

Bentangkaltim.com, KUTAI TIMUR – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) kini fokus melakukan revitalisasi menyeluruh terhadap Polder Ilham Maulana setelah kawasan tersebut mengalami penurunan fungsi sebagai infrastruktur pengendali banjir. Sejak dibangun, Polder ini memiliki mandat utama sebagai pengendali limpasan air, namun dalam perkembangannya berubah menjadi pusat aktivitas masyarakat.

Perubahan fungsi tersebut membuat berbagai fasilitas muncul tanpa pengelolaan terintegrasi.

Pemkab Kutim menilai revitalisasi diperlukan mengingat kondisi sejumlah fasilitas seperti taman, lintasan, dan area publik di sekitar Polder mulai terlihat rusak dan tidak terawat. Selain itu, pemanfaatan area oleh berbagai instansi membutuhkan sistem tata kelola yang lebih jelas agar tidak mengganggu fungsi teknis pengendalian banjir.

Plt Kepala Dinas PUPR Kutim, Joni Abdi Setia, menegaskan bahwa revitalisasi ini bukan hanya soal memperbaiki infrastruktur yang rusak, tetapi juga menata ulang sistem pengelolaan kawasan.

Baca juga  SDN 012 Bontang Selatan Gelar Pisah Kenang, Ini Pesan Plt Kadisdikbud dan Kepala Sekolah

“Polder Ilham Maulana harus kembali menjadi infrastruktur yang berfungsi optimal. Revitalisasi ini bagian dari upaya memastikan fungsi utamanya tetap terjaga,” ujarnya.

Dalam proses revitalisasi, pemerintah juga mempertimbangkan kebutuhan masyarakat terhadap ruang terbuka publik. Namun, titik-titik yang sebelumnya dimanfaatkan secara bebas akan ditata ulang agar keberadaan fasilitas publik tidak mengganggu sistem teknis Polder.

Pemkab ingin aktivitas masyarakat tetap berjalan, tetapi dalam koridor pengaturan yang lebih tertib.

PUPR Kutim juga tengah menyusun struktur pengelolaan terpadu agar perawatan, pengawasan, dan pengendalian kawasan dapat dilakukan secara terpusat.

Hal ini mencakup pemetaan sarana yang harus diperbaiki, fasilitas yang perlu ditertibkan, serta penataan batas area teknis yang tidak boleh digunakan aktivitas non-teknis.

Selain itu, pemerintah juga sedang menelaah kemungkinan rekonstruksi beberapa fasilitas yang tidak sesuai standar teknis.

Baca juga  Tidak Pakai Angka, Dewan Berencana Ubah Nama Komisi Jadi A, B, C

Joni mengatakan bahwa revitalisasi juga akan mencakup penguatan sistem perawatan rutin.

“Kami ingin kawasan Polder tidak hanya indah, tetapi juga aman dan terpelihara. Karena itu diperlukan pengelolaan terpadu, tidak bisa lagi dikerjakan sporadis,” tegasnya.

Pemkab berharap setelah revitalisasi dan pengelolaan terpadu berjalan, Polder Ilham Maulana dapat berfungsi sebagai area rekreasi sekaligus menjaga keamanan wilayah dari ancaman banjir. Keberadaan rencana pengelolaan baru diharapkan mampu menciptakan keseimbangan antara fungsi teknis dan sosial.

Dengan langkah ini, pemerintah optimistis bahwa kawasan Polder Ilham Maulana tidak hanya kembali tertata, tetapi juga menjadi ruang publik yang aman dan berkelanjutan. Revitalisasi dianggap sebagai fondasi penting untuk memastikan kawasan tetap bermanfaat dalam jangka panjang.(ADV)

Share :

Baca Juga

Kaltim

Isu Nepotisme hingga Lingkungan, Ribuan Massa Siap Turun ke Jalan di Kaltim

Kaltim

Mal Lembuswana di Ujung Masa HGB, Pemprov Kaltim Siapkan Langkah Strategis

Kaltim

Anggaran Renovasi Rp25 Miliar Disorot, Pemprov Kaltim Beri Klarifikasi

Kaltim

Isu Ambulans Rp9 Miliar di Kutim, Ini Fakta Sebenarnya

Kaltim

PAD Kaltim Terancam Tak Capai Target, Sejumlah Faktor Jadi Pemicu

Kaltim

Kukar Matangkan Persiapan MTQH Kaltim 2026, 13 Lokasi Lomba Disiapkan

Advertorial

Berbagi Berkah Ramadhan 2026, Citimall Bontang Ajak 50 Anak Yatim Piatu Wisata ke Mall

Advertorial

Tingkatkan Kepedulian Sosial, Safari Ramadan MTMY Baiturrahman Salurkan Rp799 Juta