Home / Kaltim

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:50 WIB

Pemprov Kaltim Akui Tindakan Ajudan Gubernur terhadap Demonstran Keliru

Bentangkaltim.com, SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) memberikan penjelasan terkait insiden yang melibatkan ajudan Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud dengan peserta demonstrasi Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Samarinda. Peristiwa tersebut terjadi di lingkungan Kantor Gubernur Kaltim pada Senin (19/10/2026).

Insiden itu berlangsung menjelang waktu salat Magrib, ketika Rudy Mas’ud hendak menuju Masjid Nurul Mukminin yang berada di kawasan kantor gubernur. Pada saat bersamaan, sejumlah mahasiswa GMNI masih berada di lokasi setelah menggelar aksi demonstrasi yang menyoroti persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Timur.

Tim Ahli Gubernur Kaltim Bidang Informasi dan Komunikasi Publik, Sudarno, menjelaskan bahwa massa aksi sebelumnya belum sempat bertemu langsung dengan gubernur karena padatnya agenda kegiatan.

Menurut Sudarno, situasi kemudian memanas ketika rombongan gubernur melintas dan berhadapan dengan sejumlah demonstran. Dalam kondisi tersebut, terjadi kontak fisik yang melibatkan ajudan gubernur bernama Aski dengan peserta aksi.

Baca juga  Harga BBM Terkini, Dex Series Puncaki Daftar Termahal

Peristiwa tersebut terekam dalam video yang kemudian beredar luas di media sosial. Rekaman itu memperlihatkan insiden yang melibatkan ajudan dan demonstran, termasuk ponsel yang terjatuh saat kejadian berlangsung.

Sudarno mengakui tindakan fisik yang dilakukan ajudan tersebut merupakan tindakan yang keliru. Ia menegaskan bahwa situasi yang memanas tidak dapat dijadikan alasan untuk membenarkan kontak fisik terhadap peserta demonstrasi.

“Kontak fisik yang dilakukan Aski (ajudan) itu tidak ada yang dibenarkan, nggak ada yang membenarkan,” ujar Sudarno, sebagaimana diberitakan detikKalimantan, Selasa (20/10/2026).

Meski demikian, Sudarno menyatakan bahwa kejadian tersebut perlu dievaluasi secara objektif. Ia menilai situasi yang terjadi di lokasi, termasuk tindakan ajudan maupun kondisi saat massa mendekati gubernur, perlu menjadi bahan perhatian.

Baca juga  Kemiskinan Ekstrem Bontang Zero di AKhir 2024 "Berkat Intervensi Bareng Lembaga Amal dan OPD Terkait"

“Kalau bicara salah, kalau mau objektif dan fair, itu salah dua-duanya,” katanya.

Sudarno juga menyampaikan bahwa Aski telah dikonfirmasi mengenai kejadian tersebut dan disebut telah menyampaikan permohonan maaf. Ia berharap insiden serupa tidak kembali terjadi.

Peristiwa ini menjadi perhatian publik setelah videonya menyebar di media sosial. Penanganan kejadian tersebut diharapkan dapat dilakukan secara objektif, dengan tetap memperhatikan hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat serta pentingnya menjaga ketertiban dan menghormati lingkungan tempat ibadah.

Sementara itu, demonstrasi GMNI Samarinda sebelumnya mengangkat sejumlah persoalan, terutama terkait penanganan karhutla di Kalimantan Timur. Aksi tersebut menjadi bagian dari penyampaian aspirasi mahasiswa terhadap kebijakan pemerintah dan kondisi yang mereka soroti di daerah. (bai)

Share :

Baca Juga

Advertorial

Anggota DPRD Samarinda Desak Pemkot Lewat TPID Segera Mitigasi Inflasi di Tengah Gejolak Kelangkaan BBM

Advertorial

Kedepankan Pengamanan dan Kepercayaan Publik, DPRD Samarinda Dorong Pasang CCTV di Lokasi Parkir dan Faslik

Advertorial

Bisnis Perhotelan Kian Terpuruk Imbas Kebijakan Efisiensi, DPRD Samarinda Dorong Inovasi Bisnis Promosi Parwisata jadi Peluang Ekonomi Baru

Advertorial

Ketua Komisi III DPRD Samarinda Dorong Pemkot Berinovasi Dongkrak PAD di Tengah Kebijakan Efisiensi Anggaran

Advertorial

Transformasi Skema Ekonomi Bisnis Segera Dikonsepkan

Advertorial

Sambut Baik Investasi Transportasi Massal, DPRD Samarinda Tekankan Keseimbangan Skema Bisnis

Advertorial

Ketua Komisi I Sebut Pemekaran Samarinda Utara Dinilai Penting untuk Permudah Pelayanan Masyarakat

Advertorial

BBM di SPBU Banyak yang Kosong hingga Antrian Masih Terjadi, DPRD Samarinda Minta Tambahan Kuota