Bentangkaltim.com, KUTAI TIMUR – Hujan yang mengguyur kawasan Polder Ilham Maulana sejak pagi justru membuat lintasan semakin liar. Trek yang berubah menjadi kubangan licin langsung memaksa para rider menyiapkan tenaga ekstra sebelum terjun menaklukkan tanjakan, turunan teknis, dan single track yang terjal.
Di tengah hiruk-pikuk peserta yang memadati titik start, Wakil Bupati Kutai Timur (Kutim) Mahyunadi hadir memberi sambutan singkat sebelum peserta diberangkatkan. Ia mengaku selalu merasakan kehangatan komunitas trail di mana pun berada.
“Dari Bali, Jawa, Sumatera sampai Kalimantan, sambutan komunitas trail selalu luar biasa,” ujarnya.
Ribuan rider yang datang dari berbagai daerah se-Indonesia mulai mengecek motor mereka sejak pagi. Ajang JELAS ke-7 ini memang dikenal sebagai salah satu event paling diminati, karena menyuguhkan jalur yang ekstrem namun tetap aman untuk dijajal para pecinta adrenalin.
Meskipun berada di garis pelepasan, Mahyunadi menjelaskan bahwa kali ini ia memilih tidak ikut terjun ke lintasan. Cuaca yang kurang bersahabat dan masukan dari berbagai pihak membuatnya memutuskan untuk hanya memberikan dukungan penuh dari sisi acara.
Sementara itu, panitia telah menyiapkan berbagai titik pengecekan di sepanjang jalur. Terdapat zona khusus bagi rider untuk memastikan kondisi motor tetap prima, mengingat intensitas medan yang lebih berat akibat hujan.
Suasana pelepasan peserta pecah ketika rombongan pertama diberangkatkan. Sorak penonton bercampur raungan knalpot menjadikan atmosfer JELAS tahun ini terasa jauh lebih hidup dibanding gelaran sebelumnya.
Mahyunadi tetap mengingatkan bahwa meskipun jalur menantang, keselamatan harus menjadi prioritas utama. Menurutnya, ajang trail bukan sekadar adu nyali tetapi ruang untuk mempererat hubungan antara komunitas yang datang dari berbagai provinsi.
Gelaran yang berlangsung satu hari penuh ini juga menawarkan doorprize besar sebagai bentuk apresiasi kepada peserta. Hadiah tersebut menjadi salah satu penyemangat tambahan bagi para rider untuk menyelesaikan jalur yang telah disiapkan panitia.
Pada kesempatan lain, Mahyunadi kembali menegaskan bahwa event seperti ini tidak hanya menguji keterampilan, tetapi membangun energi kebersamaan antar pencinta olahraga ekstrem.
“Meski hari ini saya tidak turun ke trek, saya tetap ingin merasakan euforianya bersama para rider yang hadir,” tambahnya.
Dengan antusiasme yang tak pernah surut, JELAS ke-7 kembali menegaskan posisinya sebagai ajang bergengsi yang mampu menyatukan ribuan penghobi trail adventure dari berbagai penjuru Nusantara dalam satu perayaan adrenalin.(ADV)










