Home / Kaltim

Jumat, 25 Juli 2025 - 06:42 WIB

Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud Minta Maaf atas Insiden Intimidasi terhadap Jurnalis di Samarinda

Gubernur Kaltim, Rudi Mas'ud

Gubernur Kaltim, Rudi Mas'ud

Bentangkaltim, Samarinda,- Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, secara terbuka menyampaikan permintaan maaf terkait insiden yang melibatkan asisten pribadinya (aspri) yang diduga melakukan intimidasi terhadap jurnalis di Kota Samarinda. “Saya mohon maaf, kejadian ini di luar kendali saya dan terjadi secara spontan,” ujarnya dengan nada penuh penyesalan saat berbicara di Kantor Gubernur, Rabu lalu.

Rudy menegaskan bahwa insiden tersebut tidak mencerminkan sikap pemerintah dan tidak ada niatan sama sekali untuk menghambat kerja para insan pers. Baginya, menjaga hubungan harmonis dengan media adalah kunci yang sangat penting. “Selama ini komunikasi kami dengan teman-teman pers berjalan sangat baik. Tidak ada jarak, bahkan kemitraan ini membantu kami menyebarkan informasi positif kepada masyarakat luas,” tambah Rudy.

Gubernur juga menegaskan komitmennya untuk terus menjamin kebebasan pers di Kalimantan Timur. Ia berharap agar kejadian seperti ini tidak lagi terulang. “Semoga ini yang terakhir. Kami akan terus mempererat hubungan baik ini dan memastikan kebebasan pers tetap dijunjung tinggi di Kaltim,” tegasnya.

Baca juga  Momentum Persiapan Menuju Pra Popnas, TC Atlet Pelajar Kaltim Resmi Dilaksanakan

Kronologi Insiden yang Menjadi Sorotan

Dugaan intimidasi kepada jurnalis tersebut terjadi dalam dua momen yang berbeda:

  • 19 Juli 2025 – Saat Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kaltim di Samarinda, sejumlah wartawan sedang mewawancarai Rudy Mas’ud setelah terpilih kembali sebagai Ketua Golkar Kaltim. Namun, seorang ajudan pria yang berbadan tegap mendekati wartawan dan secara intimidatif meminta mereka menghentikan wawancara, bahkan sempat menyentuh fisik salah satu jurnalis.

  • 21 Juli 2025 – Dalam sesi doorstop, seorang perempuan yang diduga asisten pribadi Gubernur menunjukkan sikap verbal mengintimidasi. Wartawan yang mengajukan pertanyaan langsung ditandai dengan kalimat bernada tinggi, “Mas ini dari kemarin kayak gini, kutandai mas yang ini,” sambil menatap dengan ekspresi menantang. Setelah sesi selesai, wartawan tersebut kembali didatangi dua ajudan dan dimintai identitasnya. Insiden ini pun sempat viral di media sosial lokal.

Baca juga  Ganggu Jam Kerja dan Sekolah, Aswar Minta Jalan Cipto Mangunkusomo Segera Dirampungkan

Respons Organisasi Pers

Peristiwa tersebut mendapat kecaman keras dari berbagai organisasi kewartawanan, termasuk Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Samarinda dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kaltim. Mereka menegaskan bahwa intimidasi terhadap wartawan saat melakukan tugas peliputan adalah tindakan yang tidak bisa ditoleransi dan harus segera diselesaikan dengan serius.

Insiden ini menjadi pengingat betapa pentingnya menghormati kebebasan pers dan menjaga hubungan baik antara pemerintah dengan media agar informasi dapat disampaikan dengan lancar dan tanpa rasa takut. Gubernur Rudy Mas’ud sendiri telah menyatakan komitmennya untuk memperbaiki situasi dan memastikan ke depannya hubungan harmonis antara pemerintah dan wartawan tetap terjaga. (bai)

Share :

Baca Juga

Advertorial

Banyak Kasus Bunuh Diri Lompat dari Jembatan, DPRD Samarinda Bangun Pagar Upaya Pencegahan

Advertorial

Komisi II DPRD Samarinda Kritisi Pembangunan Pasar Pagi Gedung Mewah Tapi Sepi Pembeli

Advertorial

DPRD Samarinda Ingin Tambahkan Anggaran Dinsos hingga Minta Data DTKS Diperbaharui

Advertorial

Ketua DPRD Samarinda Dorong Event Job Fair Terus Digerlar, Upaya Jembatani Perusahaan dan Pebcari Kerja hingga Tekan Angka Pengangguran

Advertorial

DPRD Samarinda Minta Satpol PP dan Dinsos Kolaborasi Tindak Gepeng dan Anjal yang Kerap Nongkrong di Lampu Merah Perkotaan

Advertorial

Ketua Komisi IV DPRD Samarinda Minta Nakes Bermasalah di RSUD AI Moeis Dievaluasi

Advertorial

Ketua DPRD Samarinda Apresiasi Perumda Tirta Kencana Hasilkan Produk AMKD Samaqua, Dinilai Peluang Ekonomi Baru di Kota Tepian

Advertorial

Komisi IV DPRD Samarinda Minta Mata Rantai Anjal Gepe Diputus, Bukan Sekadar Dibina