Bentangkaltim, Bontang – Pemerintah Kota Bontang resmi membuka ajang Bontang Job Fair 2025 yang digelar di Gedung Kopkar PT Pupuk Kaltim pada Selasa, 22 Juli 2025. Acara ini dibuka langsung oleh Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, yang turut didampingi Ketua Komite I DPD RI, Andi Sofyan Hasdam, bersama sejumlah pejabat daerah seperti Kepala OPD, Camat, Lurah, serta Ketua TPPKK Nur Kalbi Agus Haris, dan perwakilan perusahaan, termasuk PT Pupuk Kaltim sebagai tuan rumah penyelenggara.
Dalam sambutannya, Wali Kota Neni menegaskan pentingnya perubahan pola pikir masyarakat dalam menghadapi tantangan dunia kerja yang kian kompleks. Ia menekankan bahwa persoalan ketenagakerjaan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tapi juga perlu dukungan dari semua pihak, termasuk perubahan sikap dari perusahaan terkait persyaratan pengalaman kerja bagi para pencari kerja.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Bontang, Abdusafa Muha, melaporkan bahwa Job Fair kali ini melibatkan 31 perusahaan yang menyediakan total 737 peluang kerja. Rinciannya mencakup 305 lowongan kerja, 70 program pemagangan, 150 pelatihan, dan 212 kesempatan sertifikasi kerja, memberikan ruang luas bagi masyarakat untuk meningkatkan kompetensi dan mendapatkan pekerjaan.
Sebagai bentuk apresiasi, Pemerintah Kota Bontang memberikan piagam penghargaan kepada perusahaan yang berkontribusi dalam event ini. Lebih istimewa lagi, secara simbolis diserahkan santunan jaminan kematian bagi pekerja rentan senilai Rp42 juta dari Pemkot Bontang dan jumlah yang sama dari PT Pupuk Kaltim melalui BPJS Ketenagakerjaan, sebagai upaya perlindungan bagi tenaga kerja yang membutuhkan.
Selepas acara pembukaan, Wali Kota Neni bersama Ketua Komite I DPD RI, Andi Sofyan Hasdam, dan rombongan melakukan peninjauan ke stan-stan perusahaan peserta Job Fair. Momentum ini menjadi langkah nyata sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam menekan angka pengangguran sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kota Taman.
Bontang Job Fair 2025 bukan sekadar ajang pencarian kerja, tetapi juga wujud nyata kolaborasi yang membuka peluang luas bagi masyarakat untuk berkembang dan berkontribusi dalam pembangunan daerah. (bai)










