Bentangkaltim, Bontang – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang terus berupaya memperkuat tata kelola kearsipan agar lebih efektif dan berkelanjutan. Dalam presentasi di ajang Good Archival Governance Awards (GAGAS) 2025, Disdikbud menegaskan pentingnya penguatan sumber daya manusia (SDM) sebagai kunci utama dalam pengelolaan arsip.
Menurut Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan Pendidikan Non Formal (PNF) Disdikbud Kota Bontang, Yuti Nurhayati, pelbagai upaya yang sudah dilakukan guna mengikuti ajang tersebut. Mulai dari pembentukan tim khusus melalui Surat Keputusan (SK) Kepala Dinas, penyusunan unit teknis seperti UK2 dan UP1, hingga penyediaan record center sebagai pusat pengelolaan arsip.
“Kami sudah membentuk tim, menyiapkan unit teknis, hingga record center. Tapi yang terpenting adalah komitmen dan kesadaran bersama bahwa arsip itu vital,” ujar Yuti mewakili Pelaksana Tugas (Plt) Disdikbud Bontang, Saparudin usai persentase, Rabu (17/9/2025).
Selain itu, dia bilang, komitmen internal juga ditekankan agar setiap bidang di lingkungan Disdikbud Bontang memahami peran penting arsip dalam mendukung kinerja. Yuti juga menyoroti tantangan utama bukan hanya soal sistem, melainkan juga keterbatasan Sumber Daya Manusia.
Yuti menilai, meski sudah ada tenaga arsiparis, beban kerja yang besar seringkali tidak sebanding dengan jumlah personel yang tersedia. Artinya, kemampuan tenaga kerja mesti ditunjang dengan jumlah (kuantitas) dari pegawai yang ada di lingkungan tersebut.
“Misalnya, seorang arsiparis idealnya menangani 15 item, tapi kenyataannya bisa sampai 30. Itu jelas tidak seimbang. Jadi solusinya, kita harus memenuhi kebutuhan kuantitas sekaligus meningkatkan kualitas SDM,” jelasnya.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Disdikbud Bontang telah menyiapkan strategi berupa pengusulan formasi jabatan baru berbasis Analisis Kebutuhan Jabatan (ANJ), serta peningkatan kompetensi arsiparis melalui Analisis Kebutuhan Diklat.
Berbagai metode pelatihan juga terus diupayakan agar kemampuan pengelolaan arsip semakin profesional. Sehebat apa pun sistem yang dibuat, tanpa didukung personel yang memadai baik dari segi jumlah maupun kompetensi, hasilnya tidak akan maksimal
“Inovasi itu penting, tapi tidak bisa dilepaskan dari kesiapan SDM,” pungkasnya. (Jay/Adv).










