Home / Advertorial / Kaltim

Kamis, 13 November 2025 - 10:28 WIB

Pemkab Kutim Fokus Revitalisasi Polder Ilham Maulana, Pengelolaan Terpadu Segera Dibentuk

Bentangkaltim.com, KUTAI TIMUR – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) kini fokus melakukan revitalisasi menyeluruh terhadap Polder Ilham Maulana setelah kawasan tersebut mengalami penurunan fungsi sebagai infrastruktur pengendali banjir. Sejak dibangun, Polder ini memiliki mandat utama sebagai pengendali limpasan air, namun dalam perkembangannya berubah menjadi pusat aktivitas masyarakat.

Perubahan fungsi tersebut membuat berbagai fasilitas muncul tanpa pengelolaan terintegrasi.

Pemkab Kutim menilai revitalisasi diperlukan mengingat kondisi sejumlah fasilitas seperti taman, lintasan, dan area publik di sekitar Polder mulai terlihat rusak dan tidak terawat. Selain itu, pemanfaatan area oleh berbagai instansi membutuhkan sistem tata kelola yang lebih jelas agar tidak mengganggu fungsi teknis pengendalian banjir.

Plt Kepala Dinas PUPR Kutim, Joni Abdi Setia, menegaskan bahwa revitalisasi ini bukan hanya soal memperbaiki infrastruktur yang rusak, tetapi juga menata ulang sistem pengelolaan kawasan.

Baca juga  DPRD Samarinda Nilai Penerimaan SPMB Tahun 2026/2027 Masih Bermasalah

“Polder Ilham Maulana harus kembali menjadi infrastruktur yang berfungsi optimal. Revitalisasi ini bagian dari upaya memastikan fungsi utamanya tetap terjaga,” ujarnya.

Dalam proses revitalisasi, pemerintah juga mempertimbangkan kebutuhan masyarakat terhadap ruang terbuka publik. Namun, titik-titik yang sebelumnya dimanfaatkan secara bebas akan ditata ulang agar keberadaan fasilitas publik tidak mengganggu sistem teknis Polder.

Pemkab ingin aktivitas masyarakat tetap berjalan, tetapi dalam koridor pengaturan yang lebih tertib.

PUPR Kutim juga tengah menyusun struktur pengelolaan terpadu agar perawatan, pengawasan, dan pengendalian kawasan dapat dilakukan secara terpusat.

Hal ini mencakup pemetaan sarana yang harus diperbaiki, fasilitas yang perlu ditertibkan, serta penataan batas area teknis yang tidak boleh digunakan aktivitas non-teknis.

Selain itu, pemerintah juga sedang menelaah kemungkinan rekonstruksi beberapa fasilitas yang tidak sesuai standar teknis.

Baca juga  Gedung Koperasi Merah Putih Hampir Rampung, DPRD Bontang Minta Kejelasan PBG dan Status Lahan

Joni mengatakan bahwa revitalisasi juga akan mencakup penguatan sistem perawatan rutin.

“Kami ingin kawasan Polder tidak hanya indah, tetapi juga aman dan terpelihara. Karena itu diperlukan pengelolaan terpadu, tidak bisa lagi dikerjakan sporadis,” tegasnya.

Pemkab berharap setelah revitalisasi dan pengelolaan terpadu berjalan, Polder Ilham Maulana dapat berfungsi sebagai area rekreasi sekaligus menjaga keamanan wilayah dari ancaman banjir. Keberadaan rencana pengelolaan baru diharapkan mampu menciptakan keseimbangan antara fungsi teknis dan sosial.

Dengan langkah ini, pemerintah optimistis bahwa kawasan Polder Ilham Maulana tidak hanya kembali tertata, tetapi juga menjadi ruang publik yang aman dan berkelanjutan. Revitalisasi dianggap sebagai fondasi penting untuk memastikan kawasan tetap bermanfaat dalam jangka panjang.(ADV)

Share :

Baca Juga

Advertorial

Banyak Kasus Bunuh Diri Lompat dari Jembatan, DPRD Samarinda Bangun Pagar Upaya Pencegahan

Advertorial

Komisi II DPRD Samarinda Kritisi Pembangunan Pasar Pagi Gedung Mewah Tapi Sepi Pembeli

Advertorial

DPRD Samarinda Ingin Tambahkan Anggaran Dinsos hingga Minta Data DTKS Diperbaharui

Advertorial

Ketua DPRD Samarinda Dorong Event Job Fair Terus Digerlar, Upaya Jembatani Perusahaan dan Pebcari Kerja hingga Tekan Angka Pengangguran

Advertorial

DPRD Samarinda Minta Satpol PP dan Dinsos Kolaborasi Tindak Gepeng dan Anjal yang Kerap Nongkrong di Lampu Merah Perkotaan

Advertorial

Ketua Komisi IV DPRD Samarinda Minta Nakes Bermasalah di RSUD AI Moeis Dievaluasi

Advertorial

Ketua DPRD Samarinda Apresiasi Perumda Tirta Kencana Hasilkan Produk AMKD Samaqua, Dinilai Peluang Ekonomi Baru di Kota Tepian

Advertorial

Komisi IV DPRD Samarinda Minta Mata Rantai Anjal Gepe Diputus, Bukan Sekadar Dibina