Home / Advertorial / Bontang

Rabu, 17 Juni 2026 - 12:01 WIB

Joni Alla’ Padang Tagih Kejelasan Anggaran Mitigasi Longsor di Kanaan

Anggota DPRD Bontang, Joni Alla' Padang.

Anggota DPRD Bontang, Joni Alla' Padang.

Bentangkaltim.com, Bontang – Longsor yang melanda RT 1 Kelurahan Kanaan yang terjadi beberapa waktu lalu memunculkan pertanyaan mengenai kesiapan pemerintah dalam menangani kawasan rawan bencana. Sekretaris Komisi C DPRD Bontang, Joni Alla’ Padang, meminta pemerintah menjelaskan rencana dan alokasi anggaran mitigasi guna mencegah kejadian serupa terulang.

Dalam rapat paripurna DPRD Bontang, Joni menyoroti dampak hujan deras yang kembali memicu longsor di wilayah tersebut. Menurutnya, kondisi itu tidak boleh dianggap sebagai kejadian biasa karena berpotensi mengancam keselamatan warga.

Ia menilai langkah tanggap darurat yang dilakukan pemerintah patut diapresiasi. Namun, perhatian utama saat ini adalah memastikan adanya solusi permanen yang dapat mengurangi risiko longsor pada masa mendatang.

Baca juga  Alfin Minta Pemkot Bangun Sirkuit Untuk Atasi Balap Liar

“Kami berharap pemerintah dapat menjelaskan apakah sudah terdapat alokasi anggaran mitigasi bencana untuk penanganan lanjutan,” katanya saat interupsi di rapat paripurna P2APBD tahun anggaran 2025, Senin (15/6/2026) lalu.

Menurut Joni, keberadaan anggaran sangat penting untuk mendukung pembangunan infrastruktur pengendali longsor maupun program mitigasi lainnya. Tanpa langkah konkret, kawasan yang sama berpotensi kembali terdampak saat hujan dengan intensitas tinggi terjadi.

Ia menegaskan DPRD memiliki tanggung jawab untuk memastikan setiap anggaran yang dialokasikan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Oleh sebab itu, persoalan longsor di Kelurahan Kanaan akan menjadi salah satu perhatian dalam pembahasan anggaran daerah.

Baca juga  Ikuti Event Fair & Expo World Water Forum ke-10, Siswa SMKN 1 Bontang Pamerkan Inovasi Desalinasi Air Laut dari Bayam

Joni juga mengingatkan bahwa masyarakat saat ini tidak hanya menunggu laporan atau kajian dari pemerintah. Warga menginginkan tindakan nyata yang mampu memberikan rasa aman bagi mereka yang tinggal di sekitar lokasi rawan bencana.

Menurutnya, pemerintah dan DPRD harus bersama-sama menjaga amanah yang diberikan masyarakat dengan memastikan setiap program pembangunan memiliki dampak langsung terhadap keselamatan warga.

“Yang dibutuhkan masyarakat saat ini adalah kepastian bahwa pemerintah hadir dan mampu memberikan perlindungan ketika ancaman bencana terjadi,” ujarnya.

Ia berharap langkah mitigasi yang lebih komprehensif segera disusun sehingga kejadian longsor di RT 1 Kelurahan Kanaan tidak terus berulang setiap musim hujan.(asr/Adv DPRD Bontang)

Share :

Baca Juga

Advertorial

Kembali Duduk di DPRD Bontang, Sudiyo Siap Perjuangkan Aspirasi Warga Bontang Selatan

Advertorial

Sudiyo Langsung Duduki Kursi Strategis di DPRD Bontang, Jadi Sekretaris Komisi C dan Anggota Bamus

Advertorial

Sudiyo Resmi Duduki Slot Kursi DPRD Bontang, Gantikan Almarhum Maming

Advertorial

DPRD Bontang Libatkan Perusahaan Industri Susun Raperda Penanggulangan Bencana, Sumardi Minta Masukan Ahli Safety

Advertorial

Ridwan Soroti Potensi PAD dari Aset Pemkot Bontang yang Dikelola PT BME

Advertorial

DPRD Bontang Bahas Penyertaan Modal Rp12,7 Miliar ke BME, Ternyata Bukan Suntikan Dana Baru

Advertorial

DPRD Bontang Buka Peluang Industri Beri Masukan Raperda Penanggulangan Bencana

Advertorial

DPRD Bontang Libatkan PKT dan Badak LNG dalam Penyusunan Perda Penanggulangan Bencana Kawasan Industri