Home / Advertorial / Bontang

Kamis, 18 Juni 2026 - 10:06 WIB

Antrean Di SPBU Jadi Sorotan, DPRD Minta Distribusi Pertalite Diawasi

Bentangkaltim.com, Bontang – Potensi meningkatnya antrean kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) menjadi perhatian Ketua DPRD Bontang Andi Faizal Sofyan Hasdam. Ia meminta pengawasan distribusi Pertalite diperkuat untuk memastikan BBM subsidi tepat sasaran.

Andi Faiz menilai kenaikan harga Pertamax berpotensi memicu perubahan perilaku konsumen. Sebagian pengguna BBM nonsubsidi diperkirakan beralih menggunakan Pertalite demi menekan biaya operasional kendaraan.

Perubahan pola konsumsi tersebut, kata dia, berisiko meningkatkan tekanan terhadap stok BBM subsidi apabila tidak diawasi secara optimal. Kondisi itu juga dapat memicu antrean lebih panjang di SPBU.

“Ketika ada selisih harga yang cukup besar, tentu ada kemungkinan sebagian masyarakat beralih menggunakan Pertalite,” ujarnya, Rabu (17/6/2026).

Baca juga  Bukan Sekadar Peta, DPRD Bontang Cegah Potensi Konflik dalam Pembahasan RTRW

Meski demikian, Andi Faiz menjelaskan Pertamina memiliki sistem perhitungan kebutuhan BBM yang disesuaikan dengan jumlah kendaraan dan tingkat konsumsi masyarakat di setiap daerah. Karena itu, pasokan seharusnya sudah disusun berdasarkan kebutuhan riil di lapangan.

Namun apabila terjadi kelangkaan atau stok cepat habis, menurutnya perlu dilakukan evaluasi lebih lanjut. Pemerintah dan aparat penegak hukum harus memastikan tidak ada penyalahgunaan distribusi BBM subsidi.

“Kalau ternyata masyarakat yang berhak justru kesulitan mendapatkan Pertalite, tentu harus dicari penyebabnya,” katanya.

Baca juga  Komisi A DPRD Bontang Nilai Penundaan RS Tipe D Langkah Realistis di Tengah Tekanan Fiskal

Ia menyebut pengawasan tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah dan aparat. Masyarakat juga memiliki peran penting dalam mengawasi distribusi BBM subsidi agar penggunaannya benar-benar sesuai ketentuan.
Menurut Politisi Golkar ini, laporan masyarakat akan sangat membantu dalam mendeteksi adanya praktik-praktik yang berpotensi merugikan publik. Dengan pengawasan bersama, distribusi BBM subsidi diharapkan dapat berjalan lebih transparan dan tepat sasaran.

“Partisipasi masyarakat penting. Kalau menemukan indikasi penyimpangan, segera laporkan kepada pihak berwenang,” tegasnya.

Ia berharap kebutuhan BBM masyarakat tetap terpenuhi dan tidak terganggu oleh praktik-praktik yang menyimpang dari aturan yang berlaku. (asr/Adv DPRD Bontang)

Share :

Baca Juga

Advertorial

Dukung Program TAMASYA, Pupuk Kaltim Perkuat Kompetensi Pengasuh TPA di Kota Bontang

Bontang

PWI Bontang Gelar UKW Oktober Mendatang, Buka Kelas Muda hingga Utama

Advertorial

Relawan Bakti BUMN, Pupuk Kaltim Dorong Pemberdayaan Masyarakat Nagari Kumango

Advertorial

Dukung Penanganan Karhutla di Bontang, Pupuk Kaltim Buka Akses Air bagi Armada Pemadam

Bontang

Kodim 0908/Bontang Gelar Apel Gabungan, Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Karhutla

Advertorial

Raperda Lalu Lintas Bontang Masuk Konsultasi Publik, DPRD Bidik Solusi Kemacetan

Advertorial

Jalan Provinsi di Bontang Masih Rusak, Sahib Dorong Perbaikan hingga Perbatasan

Advertorial

DPRD Bontang Dorong Penguatan Pengawasan Pelajar, Tekankan Program Jam Belajar 19.00–21.00