Home / Advertorial / Bontang

Selasa, 28 Juli 2026 - 20:20 WIB

Pansus RTRW DPRD Bontang Soroti Minimnya Alat Pemantau Kualitas Udara di Kawasan Industri

Anggota Pansus RTRW DPRD Bontang Heri Keswanto meminta ada tambahan pemasangan sarana Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU). (Bentangkaltim.com/asr)

Anggota Pansus RTRW DPRD Bontang Heri Keswanto meminta ada tambahan pemasangan sarana Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU). (Bentangkaltim.com/asr)

Bentangkaltim.com, Bontang – Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) DPRD Kota Bontang menyoroti masih terbatasnya alat pemantau kualitas udara di wilayah yang ditetapkan sebagai kawasan industri. Kondisi itu dinilai perlu segera dibenahi agar pemerintah memiliki data yang akurat untuk mengawasi dampak aktivitas industri terhadap lingkungan.

Anggota Pansus RTRW DPRD Bontang, Heri Keswanto, mengatakan keberadaan alat Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) menjadi salah satu instrumen penting dalam mendukung kebijakan tata ruang yang berorientasi pada perlindungan lingkungan.

Ia mengungkapkan, saat ini Pemerintah Kota Bontang memang telah memiliki satu perangkat pemantau kualitas udara yang berada di kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Taman Tanjung Laut. Namun menurutnya, jumlah tersebut belum memadai jika dibandingkan dengan luas kawasan industri yang dimiliki Kota Bontang.

Baca juga  PWI Bontang Audiensi ke Badak LNG, Apresiasi Dukungan Berkelanjutan untuk Program Pers

“Kalau kita sudah menetapkan Bontang sebagai kawasan industri, maka perangkat pendukungnya juga harus lengkap. Salah satunya alat pemantau kualitas udara di beberapa titik strategis,” ujar Heri dalam rapat pembahasan RTRW, Selasa (28/7/2026).

Menurutnya, wilayah utara dan selatan Bontang, termasuk kawasan Bontang Lestari yang diproyeksikan menjadi pusat pengembangan industri, hingga kini belum memiliki alat pemantau kualitas udara milik pemerintah sebagai pembanding.

Selama ini masyarakat lebih banyak mengacu pada data yang berasal dari perusahaan. Padahal, pemerintah dinilai harus memiliki sistem pemantauan sendiri agar dapat melakukan verifikasi secara independen.

“Kalau hanya mengandalkan data perusahaan, tentu pemerintah perlu memiliki pembanding. Dengan begitu kita bisa memastikan kondisi kualitas udara secara objektif,” katanya.
Selain kawasan industri, Heri juga meminta alat serupa dipasang di sekitar Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) maupun kawasan pengelolaan sampah terpadu yang berpotensi memengaruhi kualitas udara masyarakat sekitar.

Baca juga  Perbaikan Jalan Perumahan Kini Bisa Dilakukan, Disperkim Kutim Tegaskan Syarat Serah Terima Aset

Menurutnya, keberadaan alat pemantau akan memberikan data ilmiah yang dapat digunakan pemerintah dalam menyusun kebijakan lingkungan maupun mengambil langkah cepat apabila terjadi peningkatan tingkat pencemaran.

Ia menilai pembangunan kawasan industri harus berjalan beriringan dengan penguatan sistem pengawasan lingkungan. Dengan demikian, aktivitas investasi tetap dapat berkembang tanpa mengabaikan aspek kesehatan masyarakat.

“Risiko menjadi kota industri memang ada. Karena itu pemerintah harus menyiapkan seluruh perangkat pendukungnya, termasuk sistem pemantauan kualitas udara yang memadai,” tegasnya.

Heri berharap usulan tersebut menjadi perhatian pemerintah dalam penyempurnaan kebijakan RTRW sehingga pembangunan industri di Bontang tetap berlangsung secara berkelanjutan dan berbasis data lingkungan yang akurat. (ASR/ADV DPRD Bontang)

Share :

Baca Juga

Advertorial

Cetak UMK Berdaya Saing, Pupuk Kaltim Bekali Keterampilan Eco-Fashion dan Kriya Berbasis Ecoprint

Advertorial

Pansus RTRW DPRD Bontang Soroti Belum Terintegrasinya Data OPD, Dinilai Hambat Perencanaan Kota

Advertorial

Pansus RTRW DPRD Bontang Minta Lampiran Tata Ruang Diperjelas, Joni: Jangan Sekadar Susunan Kata

Advertorial

Pansus RTRW DPRD Bontang Soroti Klasifikasi RTH, Joni Alla’ Padang Minta Dasar Penetapan WK Dikaji Ulang

Advertorial

DPRD Bontang Dorong Mitigasi Bencana Industri Masuk Prioritas RTRW, Heri Keswanto: Keselamatan Warga Harus Jelas

Bontang

Rumah Adat Toraja di Kanaan Segera Dibangun, Dispopar Targetkan Rampung November

Advertorial

Pansus RTRW DPRD Bontang Soroti Ketiadaan Sistem Data Infrastruktur Terintegrasi, Joni Alla’ Padang Dorong Digital Map Kota

Advertorial

Pansus RTRW DPRD Bontang Soroti Permukiman di Sempadan Sungai, Minta Penegakan Aturan Dipertegas