Home / Advertorial / Kaltim

Selasa, 30 Juni 2026 - 10:31 WIB

DPRD Samarinda Terus Dorong Pemkot Tangani Masalah Banjir

Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Romadhony Putra Pratama

Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Romadhony Putra Pratama

Bentangkaltim.com, Samarinda-  Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Romadhony Putra Pratama, menegaskan penanganan banjir di wilayah Samarinda Ilir dan Samarinda Kota tidak bisa terus ditunda. Banjir rob yang terjadi saat air pasang purnama sudah menjadi masalah tahunan yang mengganggu aktivitas warga sekaligus mengancam stabilitas ekonomi kota.

Banjir rob yang rutin merendam kawasan Samarinda Kota setiap musim air pasang menjadi perhatian serius DPRD Kota Samarinda. Anggota dewan dari Daerah Pemilihan (Dapil) 1 mendorong percepatan realisasi pembangunan pintu air di kawasan Selili, ujung Sungai Karang Mumus, sebagai solusi permanen atas masalah yang sudah berlangsung bertahun-tahun ini.

“Samarinda Kota itu kalau air pasang bulan purnama pasti banjir, namanya banjir rob. Salah satu solusi untuk penanganan banjir rob itu adalah pintu air,” kata Romadhony.

Ia menjelaskan, rencana pembangunan pintu air di kawasan Selili, tepat di ujung Sungai Karangmumus, sudah dicanangkan oleh Wali Kota Samarinda. Namun hingga kini realisasinya belum terwujud. Anggota DPRD dari Dapil 1 secara bulat mendukung percepatan pembangunan infrastruktur pengendalian banjir tersebut.

Baca juga  Beberapa Cabor-Cabor di Kaltim Dinilai Rasman Alami Kekurangan Pelatih Fisik

“Kami yang di Dapil 1, semua termasuk saya, sepakat agar banjir rob itu biar cepat terselesaikan,” ujarnya.

Banjir rob terjadi ketika air laut pasang mengalir masuk ke daratan melalui aliran sungai. Di Samarinda, fenomena ini diperburuk oleh kondisi topografi rendah di kawasan Samarinda Kota dan Samarinda Ilir. Air pasang dari muara Sungai Karangmumus mengalir balik ke hulu dan merendam kawasan permukiman serta pusat bisnis di Samarinda Kota. Persoalan ini sejatinya bukan hal baru. Banjir rob di Samarinda sudah berulang setiap tahun dan kerap muncul sebagai keluhan warga di media sosial maupun laporan komunitas setempat.

Kawasan Samarinda Kota merupakan salah satu pusat perekonomian utama kota. Di sana terdapat berbagai fasilitas komersial, perhotelan, dan pusat perbelanjaan yang menjadi tulang punggung roda ekonomi kota. Romadhony mengingatkan, jika banjir rob terus berulang tanpa penanganan serius, dampaknya tidak hanya dirasakan warga lokal tetapi juga berpotensi mengganggu arus kunjungan ke Samarinda.

Baca juga  Tak Sebanding, Agus Haris Kritik Harga Tanah di Loktunggul

“Takutnya kalau ini berlarut-larut dapat mengganggu masyarakat dan orang-orang yang datang ke Samarinda,” katanya.

Terkait skema pendanaan, Romadhony membuka ruang kolaborasi antara pemerintah kota dan pemerintah pusat. Ia menyatakan DPRD Samarinda pada prinsipnya mendukung pembangunan pintu air itu dan mendorong koordinasi segera dilakukan untuk menentukan sumber pembiayaannya.

“Pada prinsipnya kami setuju, tinggal bagaimana nanti berkoordinasi dengan pemerintah kota Samarinda, apakah melalui APBD Kota Samarinda atau juga dibantu oleh pemerintah pusat,” ungkapnya.

Pembangunan pintu air sebagai solusi banjir rob bukan gagasan baru di Indonesia. Di Jakarta dan Semarang, sistem pintu air dan pompa banjir terbukti efektif mengendalikan limpasan air pasang ke kawasan permukiman. Semarang bahkan memiliki Sistem Drainase Terpadu yang menggabungkan pintu air, kolam retensi, dan pompa untuk meredam dampak banjir rob secara signifikan. Samarinda diharapkan dapat mengadopsi pendekatan serupa yang disesuaikan dengan kondisi geografis lokalnya, sebelum kerugian ekonomi dan sosial semakin meluas.

(ard/lal/adv)

 

Share :

Baca Juga

Advertorial

Kembali Duduk di DPRD Bontang, Sudiyo Siap Perjuangkan Aspirasi Warga Bontang Selatan

Advertorial

Sudiyo Langsung Duduki Kursi Strategis di DPRD Bontang, Jadi Sekretaris Komisi C dan Anggota Bamus

Advertorial

Sudiyo Resmi Duduki Slot Kursi DPRD Bontang, Gantikan Almarhum Maming

Advertorial

DPRD Bontang Libatkan Perusahaan Industri Susun Raperda Penanggulangan Bencana, Sumardi Minta Masukan Ahli Safety

Advertorial

Ridwan Soroti Potensi PAD dari Aset Pemkot Bontang yang Dikelola PT BME

Advertorial

DPRD Bontang Bahas Penyertaan Modal Rp12,7 Miliar ke BME, Ternyata Bukan Suntikan Dana Baru

Advertorial

DPRD Bontang Buka Peluang Industri Beri Masukan Raperda Penanggulangan Bencana

Advertorial

DPRD Bontang Libatkan PKT dan Badak LNG dalam Penyusunan Perda Penanggulangan Bencana Kawasan Industri