Bentangkaltim.com, BONTANG – Jelang hari kemerdekaan Negara Republik Indonesia (RI), tepat 17 Agustus 2026 mendatang, di Kota Bontang tampak sudah ramai pedagang bendera menjajakan dagangannya.
Sodik salahsatunya, pedagang bendera asal Kota Garut ini mengaku sudah mulai berjualan sejak pertengahan Juli lalu. Beragam jenis bendera ia jajakan di depan Gerbang masuk Perumahan Bukit Sekatup Damai (BSD).
Ia menjual bendera beragam ukuran. Dari yang paling besar berukuran 180 cm hingga paling kecil yang biasa dipasang di sepeda motor atau mobil. Ada juga umbul-umbul dan gantungan merah putih.
“Yang paling laris biasa diborong itu umbul-umbul. Tapi kalau bendera untuk rumahan yang ukuran 120 cm paling dicari,” ujarnya menjelaskan.
Dijelaskannya, untuk umbul-umbul dibanderol harga Rp 50 ribu, bendera paling besar ukuran 180 harga Rp 95 ribu, ukuran 150 cm harga Rp 80 ribu, bendera kecil untuk di motor ato mobil Rp 25 ribu, dan gantungan kunci Rp 25 ribu.
Menurutnya 3 atau 4 tahun belakangan ini penjualan bendera menurun drastis. Tak hanya karena faktor ekonomi, tetapi juga semakin banyaknya pesaing sesama penjual bendera.
“Kalau dulu pas lagi ramai saya bisa dapat omset Rp 30 jutaan, kalau sekarang sekitar Rp 10 jutaan aja,” keluhnya.
Walaupun begitu ia tetap bersemangat jualan, karena meski sepi namun yang ia dapatkan selama momen berjualan bendera sudah cukup lumayan baginya. (Cuy)









