Bentangkaltim.com, Samarinda – Komisi III DPRD Kota Samarinda mempertanyakan belum dibukanya akses Jembatan Mahulu tahap 1 segmen 2 untuk masyarakat umum, meski pengerjaan proyek tersebut disebut telah rampung dan memasuki status final hand over (FHO).
Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Elnatan Pasambe, mengungkapkan hal ini merupakan salah satu temuan yang dibahas dalam rapat internal Komisi III belum lama ini. Ia mengatakan pihaknya sudah mempertanyakan alasan penundaan pembukaan jembatan tersebut, namun belum mendapat jawaban memuaskan dari pihak terkait.
“Ini tadi baru saja kami rapat di Komisi III, karena yang sudah selesai kemarin itu kan belum dibuka. Ini yang kami pertanyakan tadi, belum ada jawaban,” ujar Elnatan kepada Infokaltim.id, Rabu (29/07/2026).
Ia menegaskan proyek yang telah dinyatakan FHO seharusnya bisa segera dinikmati masyarakat karena secara administratif sudah dinyatakan final dan siap digunakan.
“Karena itu yang kita mau pertanyakan, kenapa belum dibuka? Sementara kan sudah FHO, artinya final sudah,” katanya.
Untuk memastikan kejelasan status jembatan tersebut, Elnatan mengatakan Komisi III DPRD Samarinda berencana melakukan kunjungan lapangan atau sidak langsung ke lokasi proyek pada pertengahan Agustus 2026 mendatang.
“Kami akan rencana mengadakan kunjungan lapangan itu di tanggal 20-an ke atas, bulan Agustus,” ujarnya.
Ia menambahkan, DPRD Samarinda juga telah meminta kepastian waktu pembukaan jembatan kepada pihak terkait, namun hingga kini belum ada kepastian resmi mengenai kendala yang menyebabkan penundaan tersebut.
“Makanya itu kita mesti lihat dulu apa masalahnya, apa kendalanya, kenapa belum dibuka. Biar itu bisa dinikmati oleh masyarakat, karena sudah diserahkan, sudah FHO,” katanya.
Elnatan menegaskan, seluruh temuan dan pertanyaan yang muncul dalam rapat internal komisi akan turut dibawa dalam agenda sidak lapangan mendatang, agar persoalan ini mendapat kejelasan menyeluruh sebelum disampaikan ke publik.
(ard/lal/adv)









