Home / Advertorial / Kaltim

Minggu, 11 Oktober 2026 - 14:06 WIB

Asap Karhutla Semakin Parah, Khawatir Kesehatan Anak, DPRD Samarinda Dorong PJJ Berlakukan

Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Mohammad Novan Syahronny Pasie. (Bentangkaltim.com/ist).

Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Mohammad Novan Syahronny Pasie. (Bentangkaltim.com/ist).

Bentangkaltim.com, Samarinda– Dampak asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) tampak tengah mengepung Kota Samarinda akhir-akhir ini.

Sebab itu, DPRD Kota Samarinda mendorong penerapan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau belajar secara daring bagi sekolah yang berada di wilayah terdampak kabut asap.

Hal itu diungkapkan oleh Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Mohammad Novan Syahronny Pasie, mengatakan pihaknya sebelumnya telah meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda segera mengambil langkah untuk melindungi siswa dari paparan asap yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.

“Kami memang sudah menyampaikan agar mendorong sesegera mungkin dilakukan pembelajaran jarak jauh,” kata Novan.

Menurut Novan, penerapan PJJ menjadi salah satu langkah yang dapat dilakukan ketika kondisi udara mulai mengganggu aktivitas masyarakat, khususnya anak-anak yang harus mengikuti pembelajaran di sekolah.

Baca juga  Ilegal Mining di Jantung IKN Terungkap, Tiga Tersangka Ditahan!

Pemkot Samarinda telah merekomendasikan sejumlah sekolah di wilayah yang terdampak asap untuk melaksanakan PJJ secara parsial. Di antaranya sekolah yang berada di Kecamatan Palaran dan Kecamatan Sambutan.

Novan mengatakan kebijakan tersebut dapat dievaluasi sesuai dengan perkembangan kondisi udara. Jika kabut asap masih bertahan dan kualitas udara belum membaik, pelaksanaan PJJ dinilai dapat kembali diperpanjang.

“Kalau kondisinya masih tetap seperti ini, ya mungkin akan diperpanjang lagi. Ini kan melihat situasi. Kalau kategorinya masih seperti ini, masih berbahaya,” ujarnya.

Selain meminta perlindungan bagi siswa, Novan mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah selama kondisi udara belum membaik. Menurutnya, masyarakat sebaiknya keluar rumah hanya untuk keperluan yang memang diperlukan.

Baca juga  Hasil Konferensi Kota, Plt Kadisdikbud Saparuddin Terpilih Jadi Ketua PGRI Bontang

Jika harus beraktivitas di luar ruangan, masyarakat diminta menggunakan masker dengan standar kesehatan yang memadai. Penggunaan pelindung mata juga disarankan karena paparan asap dapat menyebabkan mata terasa pedih dan mengganggu penglihatan.

“Kalau memang harus beraktivitas di luar rumah, kita meminta mereka memasang masker, minimal masker dengan standar kesehatan yang tebal. Kalau bisa pakai pelindung mata karena ini juga berpengaruh terhadap pandangan dan membuat mata cepat pedih,” jelasnya.

Politisi berharap kondisi kabut asap segera membaik dan tidak kembali muncul titik api yang dapat memperburuk kualitas udara di Samarinda. (ard/lal/adv)

Share :

Baca Juga

Kaltim

Pemprov Kaltim Akui Tindakan Ajudan Gubernur terhadap Demonstran Keliru

Advertorial

Anggota DPRD Samarinda Desak Pemkot Lewat TPID Segera Mitigasi Inflasi di Tengah Gejolak Kelangkaan BBM

Advertorial

Kedepankan Pengamanan dan Kepercayaan Publik, DPRD Samarinda Dorong Pasang CCTV di Lokasi Parkir dan Faslik

Advertorial

Bisnis Perhotelan Kian Terpuruk Imbas Kebijakan Efisiensi, DPRD Samarinda Dorong Inovasi Bisnis Promosi Parwisata jadi Peluang Ekonomi Baru

Advertorial

Ketua Komisi III DPRD Samarinda Dorong Pemkot Berinovasi Dongkrak PAD di Tengah Kebijakan Efisiensi Anggaran

Advertorial

Transformasi Skema Ekonomi Bisnis Segera Dikonsepkan

Advertorial

Sambut Baik Investasi Transportasi Massal, DPRD Samarinda Tekankan Keseimbangan Skema Bisnis

Advertorial

Ketua Komisi I Sebut Pemekaran Samarinda Utara Dinilai Penting untuk Permudah Pelayanan Masyarakat