Bentangkaltim.com, Samarinda – DPRD Kota Samarinda menyoroti penurunan daya beli masyarakat yang mulai dirasakan di sejumlah pasar tradisional seperti Pasar Segiri, Pasar Merdeka dan sebagainya yang dikeluhkan para pedagang. Kondisi ini berdampak langsung pada menurunnya omzet pedagang di beberapa titik perdagangan tersebut karena perekonomian yang sedang tidak baik-baik saja di Samarinda.
Ketua DPRD Samarinda Helmi Abdullah mengatakan pihaknya berharap kondisi ekonomi daerah dapat segera pulih dan kembali stabil seperti sebelumnya agar pelaku usaha dapat kembali bergerak normal.
“Yang jelas kita berharap perekonomian Samarinda bisa pulih kembali seperti biasa,” kata Helmi saat diwawancarai di DPRD Samarinda, Selasa (02/06/2026).
Ia mengungkapkan pelaku usaha perlu melakukan penyesuaian terhadap kondisi ekonomi saat ini termasuk dalam pengelolaan stok barang agar tidak berlebihan dan sesuai dengan kebutuhan pasar yang ada.
“Kita harapkan pelaku usaha bisa menyesuaikan keadaan, jangan terlalu banyak menyetok barang, sesuaikan dengan kebutuhan,” ujarnya nada memberikan saran.
Selain itu Helmi menilai program Makan Bergizi Gratis (MBG) berpotensi menjadi peluang baru bagi pelaku usaha lokal khususnya pedagang bahan pangan untuk memasok kebutuhan program tersebut. Menurutnya dengan jumlah dapur MBG yang terus bertambah hingga sekitar 50 dapur yang melayani lebih dari 100 ribu penerima manfaat maka kebutuhan suplai bahan makanan juga meningkat signifikan.
“Program MBG ini peluang besar, karena ada sekitar 50 dapur yang melayani lebih dari 100 ribu penerima. Ini butuh suplai dari pedagang yang sudah lama ber usaha,” jelasnya tentang potensi peluang bagi pedagang.
Namun demikian ia meminta pemerintah untuk mempermudah regulasi bagi para pemasok agar dapat terlibat dalam program tersebut tanpa hambatan birokrasi yang berlebihan.
“Regulasinya harus dipermudah, jangan dipersulit izin dan birokrasi, supaya pelaku usaha bisa masuk sebagai pemasok terutama kalau mendatangkan barang dari luar,” tegas Helmi mengenai harapan kepada pemerintah.
Penurunan daya beli masyarakat sendiri menjadi perhatian nasional dalam beberapa periode terakhir seiring dengan perlambatan konsumsi rumah tangga di berbagai daerah termasuk Kalimantan Timur. Kondisi ini dipengaruhi oleh fluktuasi harga komoditas serta dinamika ekonomi global yang berdampak pada sektor riil dan daya beli masyarakat.
Data Badan Pusat Statistik menunjukkan tren perlambatan konsumsi rumah tangga di beberapa daerah termasuk wilayah berbasis sektor tambang seperti Kalimantan Timur yang terdampak harga batubara. DPRD Samarinda mendorong pemerintah daerah untuk terus menghadirkan program stimulus ekonomi yang mampu menjaga daya beli masyarakat serta mendukung pelaku usaha lokal.
Pemerintah Kota Samarinda sendiri sebelumnya telah mengungkapkan bahwa daya beli masyarakat sedang turun dibuktikan dengan keluhan dari beberapa pasar tradisional di kota ini. Program MBG yang dijalankan pemerintah pusat diharapkan dapat menjadi solusi bagi pelaku usaha untuk memasok kebutuhan dan menyerap hasil produksi pedagang lokal.
(ard/lal/adv)









