Home / Advertorial / Bontang

Kamis, 9 Juli 2026 - 07:51 WIB

DPRD Bontang Soroti Kasus Bullying Anak, Saeful Rizal: Kekerasan Harus Dihentikan

Saeful Rizal menekankan penghentian aksi bullying terhadap anak. (ist)

Saeful Rizal menekankan penghentian aksi bullying terhadap anak. (ist)

Bentangkaltim.com, Bontang – Kasus perundungan atau bullying hingga kekerasan terhadap anak mendapat perhatian serius DPRD Kota Bontang. Lingkungan keluarga, sekolah, hingga masyarakat diminta tidak memberikan ruang terhadap segala bentuk tindakan yang dapat mengancam keamanan maupun tumbuh kembang anak.

Sekretaris Komisi A DPRD Bontang Saeful Rizal mengatakan, perlindungan anak tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Orang tua, tenaga pendidik, serta masyarakat memiliki peran yang sama penting dalam memastikan anak mendapatkan lingkungan yang aman dan nyaman.

Menurutnya, persoalan perundungan, kekerasan, hingga penganiayaan terhadap anak masih menjadi pekerjaan rumah yang harus ditangani bersama. Terlebih, tindakan tersebut dapat memberikan dampak terhadap perkembangan anak.

“Dalam konteks itulah saya pikir sudah saatnya dihentikan bullying, perundungan, dan penganiayaan terhadap anak-anak Indonesia,” tegas Saeful Rizal.

Baca juga  Muhammad Sahib Prihatin Kasus Narkoba di Bontang Semakin Marak

Politikus PKS tersebut menilai, menciptakan lingkungan yang aman menjadi salah satu fondasi penting dalam menyiapkan generasi masa depan. Anak harus diberikan kesempatan tumbuh tanpa dibayangi rasa takut akibat kekerasan, baik secara fisik maupun verbal.

Karena itu, pengawasan terhadap lingkungan anak dinilai tidak boleh berhenti di sekolah. Keluarga sebagai lingkungan terdekat juga memiliki peran besar dalam memberikan perlindungan sekaligus membangun karakter anak sejak dini.

Begitu pula masyarakat. Kepedulian terhadap kondisi anak di lingkungan sekitar diperlukan agar tindakan perundungan maupun kekerasan dapat dicegah sedini mungkin.

Saeful menyebut, perlindungan yang baik akan memberikan ruang bagi anak untuk mengembangkan seluruh kemampuan yang dimiliki. Bukan hanya dari sisi akademik, tetapi juga karakter dan kemampuan bersosialisasi.

Baca juga  Alfin Rausan Fikry Apresiasi Prestasi Pemuda Bontang di MTQ Nasional, Dorong Peningkatan Fasilitas Pendukung

“Dengan begitu potensi spiritual, intelektual, sosial, dan potensi lainnya dapat berkembang maksimal, sehingga pada saatnya nanti mereka siap mengambil alih pengelolaan negara ini,” ujarnya.

Ia menegaskan, anak merupakan generasi yang nantinya memegang peran penting dalam pembangunan. Sebab itu, memastikan mereka tumbuh dalam lingkungan yang sehat, aman, dan terbebas dari kekerasan merupakan tanggung jawab bersama.

Upaya mencegah bullying terhadap anak di Bontang pun membutuhkan keterlibatan seluruh pihak. Pemerintah, sekolah, keluarga, dan masyarakat diharapkan tidak sekadar bertindak setelah kasus terjadi, tetapi memperkuat pencegahan agar kekerasan terhadap anak tidak mendapatkan ruang. (ASR/ADV DPRD Bontang)

Share :

Baca Juga

Bontang

Truk Terguling di Jalan Bontang–Samarinda, Arus Lalu Lintas Lumpuh

Bontang

Damkar Bontang Padamkan Kebakaran Lahan Dua Hari Berturut-turut di Bontang Lestari

Bontang

BMKG dan Polres Bontang Imbau Masyarakat Waspada Karhutla Juli–Agustus 2026

Bontang

Ramai Pedagang Bendera Jelang Hari Kemerdekaan RI, Umbul-Umbul Paling Sering Diborong

Bontang

Polres Bontang Tanggapi Soal ETLE Mobile: Bukan Mengintai, tapi Menjaga Keselamatan

Bontang

Umar Tanatta, Mantan Ketua DPRD Tutup Usia

Bontang

Rincian TKP Pengungkapan Narkoba Selama Operasi Antik Mahakam 2026: Kasus Terbanyak di Bontang Selatan

Bontang

Modus Baru Peredaran Narkoba Terungkap di Operasi Antik Mahakam 2026: Pakai Nomor dan WhatsApp Bodong, Sistem Jejak