Home / Advertorial / Kaltim

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 13:02 WIB

DPRD Samarinda Dorong Kolaborasi Peran Orang Tua dan Guru Bentuk Karakter Anak yang Positif

Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Ismail Latisi. (Bentangkaltim.com/ist).

Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Ismail Latisi. (Bentangkaltim.com/ist).

Bentangkaltim.com, Samarinda – Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Ismail Latisi, menilai pendidikan anak tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada sekolah.

Menurutnya, pembentukan karakter dan pengawasan terhadap anak membutuhkan kerja sama antara orang tua di rumah dan guru di sekolah.

Peran orang tua dinilai menjadi bagian penting dalam membentuk perilaku dan karakter anak, terutama di tengah semakin mudahnya akses anak terhadap berbagai informasi dan lingkungan di luar rumah.

“Kalau soal pendidikan itu tidak sepenuhnya menjadi tanggung jawab guru di sekolah. Perlu kerja sama dua pihak, orang tua di rumah pun turut terlibat pendidikan anak dari keluarga,” sebut Ismail.

Politisi Partai PKS ini menyoroti fenomena parentless, fatherless, maupun motherless yang belakangan ini kerap terjadi dilingkungan sekitar ketika orang tua secara fisik masih berada di sekitar anak, tetapi tidak hadir secara emosional dalam kehidupan mereka.

“Karena pengaruh adanya perkembangan tekonologi gadget itu sangat berdampak, sehingga pola asuh, didik anak juga akan berubah secara drastis,” pungkasnya.

Sehingga dikatakan Ismail, kondisi tersebut berpotensi membuat anak mencari perhatian maupun pelampiasan di luar rumah. Persoalan dapat semakin berkembang ketika anak kemudian berada di lingkungan yang memberikan pengaruh negatif.

Baca juga  Fraksi Gerindra Setujui Perubahan APBD Bontang 2026, Tekankan Pengawasan Pelaksanaan

“Secara fisik punya ayah dan ibu, tapi secara emosional mereka merasa seolah-olah tidak punya orang tua,” tegasnya.

Ismail menilai kondisi tersebut menjadi salah satu hal yang perlu mendapat perhatian bersama, termasuk dalam pengawasan penggunaan telepon seluler dan akses anak terhadap konten di internet.

Dia mengungkapkan, beberapa waktu lalu pihaknya menerima kunjungan salah seorang kepala sekolah SD negeri yang menyampaikan persoalan terkait siswanya.

“Dari diskusi tersebut, terungkap adanya siswa sekolah dasar yang telah mengakses konten pornografi melalui perangkat digital,” ungkapnya.

Menurut Ismail, persoalan tersebut menunjukkan bahwa pengawasan anak tidak cukup hanya dilakukan di lingkungan sekolah.

Sebab, sekolah dapat memberikan edukasi dan peringatan mengenai penggunaan gawai, namun pengawasan juga harus berlanjut ketika anak berada di rumah.

Karena itu, Ismail menawarkan penguatan kegiatan parenting yang dapat difasilitasi oleh sekolah. Kegiatan tersebut dinilai penting untuk menyamakan pemahaman antara guru dan orang tua mengenai pola pengawasan serta pendidikan anak.

Dengan adanya kegiatan parenting, sekolah dapat menyampaikan hal-hal yang perlu diperhatikan orang tua ketika anak berada di rumah.

Baca juga  Komisi III DPRD Samarinda Desak Pemkot Segera Realisasikan Transportasi Massal, Tak Lagi Sekadar Wacana

“Termasuk dalam mengatur penggunaan telepon seluler, pemilihan tontonan, hingga pengawasan terhadap aktivitas anak di dunia digital,” tuturnya.

Kendati demikian, Ismail mendorong sekolah memfasilitasi kegiatan parenting supaya nyambung kemudian antara yang diinginkan oleh sekolah dengan orang tua di rumah. Selama ini lepas. Orang tuanya di mana, anaknya di mana.

“Begitu juga pengawasan orang tua juga sangat penting karena pola pikir dan perilaku anak turut terbentuk dari apa yang mereka lihat, baca, dan konsumsi melalui media digital maupun lingkungan pergaulan.

Dia mengingatkan agar orang tua dan para pendidik di sekolah bahwa akses terhadap konten yang tidak sesuai usia dapat memberikan dampak terhadap perkembangan anak. Karena itu, pencegahan perlu dilakukan sejak dini melalui keterlibatan aktif orang tua dan sekolah.

“Mindset-nya terbentuk dari apa yang dibaca, apa yang ditonton. Ini yang kita khawatirkan,” ujarnya.

Ismail mengharapkan agar adanya kehadiran orang tua untuk memberikan penguatan pengawasan bertanggung jawab pada masing-masing perang orang tua di rumah dan para guru di sekolah. (ard/lal/adv)

Share :

Baca Juga

Kaltim

Pemprov Kaltim Akui Tindakan Ajudan Gubernur terhadap Demonstran Keliru

Advertorial

Anggota DPRD Samarinda Desak Pemkot Lewat TPID Segera Mitigasi Inflasi di Tengah Gejolak Kelangkaan BBM

Advertorial

Kedepankan Pengamanan dan Kepercayaan Publik, DPRD Samarinda Dorong Pasang CCTV di Lokasi Parkir dan Faslik

Advertorial

Bisnis Perhotelan Kian Terpuruk Imbas Kebijakan Efisiensi, DPRD Samarinda Dorong Inovasi Bisnis Promosi Parwisata jadi Peluang Ekonomi Baru

Advertorial

Ketua Komisi III DPRD Samarinda Dorong Pemkot Berinovasi Dongkrak PAD di Tengah Kebijakan Efisiensi Anggaran

Advertorial

Transformasi Skema Ekonomi Bisnis Segera Dikonsepkan

Advertorial

Sambut Baik Investasi Transportasi Massal, DPRD Samarinda Tekankan Keseimbangan Skema Bisnis

Advertorial

Ketua Komisi I Sebut Pemekaran Samarinda Utara Dinilai Penting untuk Permudah Pelayanan Masyarakat