Bentangkaltim.com, KUTAI TIMUR – Rangkaian proyek strategis di Kutai Timur akhirnya mendapatkan kepastian setelah pemerintah daerah bersama DPRD mencapai kesepahaman terkait program pembangunan tahun jamak.
Kesepakatan itu ditegaskan pada 21 November 2025 dan menjadi fondasi bagi pelaksanaan proyek yang memerlukan pendanaan lintas tahun.
Komitmen anggaran yang disiapkan tidak kecil, Pemkab Kutim mengalokasikan Rp 1,081 triliun, gabungan dari APBD 2026 dan 2027.
“Porsi untuk tahun pertama senilai Rp 383,932 miliar, sementara tahun berikutnya sebesar Rp 697,567 miliar,” ujarnya, Minggu (23/11/2025).
Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, menyampaikan bahwa pembagian dua tahap tersebut disusun berdasarkan kemampuan fiskal daerah.
Ia juga menyinggung rencana penyusunan MYC lanjutan untuk periode 2028–2029 agar pembangunan tetap berkesinambungan.
Dalam paket pembangunan 2026–2027 ini, berbagai proyek fisik yang menyangkut akses jalan, jembatan, fasilitas umum, hingga layanan dasar masyarakat turut dimasukkan. Daftar lengkapnya antara lain:
Perbaikan ruas Jembatan Batu Balai menuju Simpang Log Pon KM 6 di Kecamatan Muara Bengkal
Rekonstruksi jalur yang menghubungkan Simpang 3 Ngayau dan Mulupan
Penanganan ulang jalan dari Jembatan Batu Balai menuju Teluk Baru yang melintasi dua kecamatan
Penyelesaian jalan Manubar menuju Seriung di Sandaran
Pembangunan jembatan Long Melah – Marah Haloq di wilayah Telen
Pembangunan jembatan penghubung di Muara Bengalon
Perbaikan jalur Simpang ADM sampai Simpang 4 Rantau Pulung dekat Puskesmas
Pembangunan Jembatan Tepian Langsat di Kecamatan Bengalon
Rekonstruksi jalan Simpang Batu Redi menuju Muara Pantun di Telen
Pengerjaan jalan dari Simpang 3 Kelinjau Ulu hingga Desa Senyiur di Muara Ancalong
Peningkatan layanan SPAM pedesaan di enam kecamatan
Pembangunan Gedung BLK Kutai Timur di Sangatta Utara
Pendirian Gedung Mall Pelayanan Publik berikut UMKM Centre
Fasilitas pendukung pertahanan berupa gedung Makodim Kutim
Peningkatan drainase Jalan Kabo Jaya di Swarga Bara
Pembangunan saluran drainase Desa Sepaso, Bengalon
Pengerjaan drainase Yos Sudarso I hingga Gajah Mada di Sangatta Utara
Tahap lanjutan pembangunan Pelabuhan Umum Sangatta (Kenyamukan)
Sebagian proyek tersebut sebelumnya belum dapat berjalan maksimal akibat keterbatasan anggaran.
Ardiansyah mencontohkan, “Proyek Manubar–Seriung kami dorong masuk MYC karena sempat tertunda. Untuk kegiatan lainnya tetap berjalan pada tahun berjalan meski tidak semuanya menggunakan skema multiyears,” tutupnya.
Dengan disepakatinya kontrak tahun jamak ini, pemerintah daerah berharap seluruh sektor pembangunan dapat bergerak lebih cepat dan tidak lagi terhambat oleh keterbatasan alokasi tahunan.(ADV)










