Home / Kaltim

Senin, 7 Juli 2025 - 22:16 WIB

Kadinkes Kaltim Beri Tanggapan soal Pasien Lansia yang Gantung Diri di RSUD AWS Samarinda

Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Timur, Jaya Mualimin

Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Timur, Jaya Mualimin

Bentangkaltim, Samarinda – Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Timur, Jaya Mualimin, angkat bicara terkait peristiwa tragis yang menimpa seorang pasien lansia berinisial US (68) di RSUD Abdul Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda. Pasien yang tengah menjalani perawatan akibat gagal ginjal kronis dan kanker ini ditemukan meninggal dunia dalam kondisi gantung diri pada Minggu petang (6/7/2025).

Jaya menegaskan bahwa pasien yang sedang dalam masa perawatan sepenuhnya menjadi tanggung jawab rumah sakit. Ia juga memastikan bahwa pihak RSUD AWS telah melaporkan kejadian tersebut secara resmi kepada Dinas Kesehatan.

“Pasien yang sedang dirawat tentu menjadi tanggung jawab rumah sakit. Mengenai kasus bunuh diri yang diberitakan media, pihak rumah sakit sudah melaporkannya ke saya,” ujarnya pada Senin (7/7/2025).

Baca juga  DPRD Samarinda Dorong Pembenahan Destinasi Wisata Kota Tepian

Lebih jauh, Jaya menjelaskan bahwa dari sisi medis dan psikologis, penderita kanker memang memiliki risiko tinggi mengalami tekanan mental. Proses pengobatan yang berat, efek samping obat-obatan, serta perubahan fisik seperti rambut rontok, dapat memengaruhi kondisi psikologis pasien sehingga rentan mengalami perasaan putus asa dan depresi.

“Kalau kita lihat dari sisi positif, memang ada teori bahwa orang-orang yang sudah mengalami kanker punya risiko untuk merasa putus asa. Ada pengobatan yang membuat rambut rontok, dan itu bisa memengaruhi kondisi psikologis pasien,” jelasnya.

Baca juga  Sangatta Belum Macet, Tapi Dishub Soroti Hambatan yang Kian Sering Terjadi

Namun, Jaya juga menegaskan pentingnya menghormati proses hukum dan penyelidikan yang sedang berjalan untuk memastikan penyebab kematian secara menyeluruh. Ia menyebut bahwa hasil visum dan penyelidikan aparat penegak hukum akan memberikan gambaran jelas apakah ada unsur lain yang terlibat dalam kejadian ini.

“Kalau kita bicara dari sisi negatif, kita serahkan kepada aparat hukum. Apakah ada unsur kesengajaan dari pihak lain, tentu akan terlihat dari hasil visum. Kita tunggu saja prosesnya,” pungkasnya.

Pernyataan ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental pasien dengan penyakit berat, serta perlunya pengawasan ketat selama masa perawatan di rumah sakit. (bai)

Share :

Baca Juga

Advertorial

Ketua DPRD Samarinda Apresiasi Perumda Tirta Kencana Hasilkan Produk AMKD Samaqua, Dinilai Peluang Ekonomi Baru di Kota Tepian

Advertorial

Komisi IV DPRD Samarinda Minta Mata Rantai Anjal Gepe Diputus, Bukan Sekadar Dibina

Advertorial

Sejumlah Ruas Jalan di Palaran Masih Gelap, DPRD Samarinda Dorong Percepatan PJU

Advertorial

Ketua Komisi IV DPRD Samarinda Minta Polemik Dapur MBG Diselesaikan Secara Clear and Clean

Advertorial

DPRD Samarinda: Rencana Pemindahan Aktivitas Pelabuhan Masih Sebatas Arah Kebijakan

Advertorial

Ketua Komisi IV DPRD Samarinda: Aksi Boti Hunter Jangan Sampai Berujung Persekusi

Advertorial

DPRD Samarinda Sudah Usulkan Transportasi Massal, Masih Tunggu Kepastian Anggaran

Advertorial

Komisi IV DPRD Samarinda Bakal Evaluasi Sistem SPMB hingga Tinjau Puskesmas